BeritaPeristiwa

Pendamping dan Keluarga Eks Kades Diduga Kuat Kuasai Program BSPS 2024 di Rubaru

769
Foto: Rumah BSPS di Desa Rubaru, yang diduga dikuasai oleh TFL yang sekaligus bertugas sebagai pendamping bernama Eko, serta pamannya, Drajad. @by_News9.id
Foto: Salah satu rumah dari program BSPS di Desa Rubaru, Kecamatan Rubaru. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2024 di Desa Rubaru, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, diduga dikuasai oleh tenaga fasilitator lapangan (TFL) yang sekaligus bertugas sebagai pendamping penerima manfaat, bernama Eko, serta pamannya, Drajad.

Sebagaimana diketahui, TFL dalam program BSPS seharusnya berperan mendampingi warga penerima bantuan, mulai dari perencanaan hingga pembangunan rumah.

Namun, di Desa Rubaru, Pendamping BSPS atas nama Eko diduga kuat justru mengambil alih pelaksanaan proyek rehab rumah tersebut.

Seorang warga Rubaru, sebut saja Jono, mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan program di desanya dikendalikan oleh Eko, yang merupakan anak dari almarhum RD, mantan Kepala Desa Rubaru.

“Meski ada Penjabat (Pj) Kades, namun Desa Rubaru tetap dikendalikan oleh keluarga almarhum kades, termasuk dalam pelaksanaan program BSPS yang dikelola oleh Eko yang juga bertugas sebagai pendamping,” ujarnya, Minggu (27/4/2025).

Selain itu, Jono mengungkapkan adanya indikasi penyimpangan lain dalam pelaksanaan program tersebut.

Beberapa rumah penerima bantuan yang seharusnya sudah layak, tetap diperbaiki demi mencairkan dana.

“Bisa dibilang fiktif, ada beberapa rumah yang tahun sebelumnya sudah dibantu, tetapi tetap diperbaiki. Ada juga warga yang hanya diberi uang Rp4.900.000, dan ada pula rumah yang diperbaiki seadanya. Bahkan, ada perangkat desa yang mendapatkan bantuan, padahal ekonominya mampu,” jelas Jono.

Menurutnya, seluruh keterangan tersebut telah disampaikan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep.

“Pj Kades sudah diperiksa dan mengungkapkan semua ke penyidik tentang peran Eko dan Drajad dalam program BSPS di Rubaru,” tambah Jono.

Drajad disebut sebagai adik dari almarhum RD, sekaligus paman dari Eko, yang ikut terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Saat dikonfirmasi, Eko membenarkan dirinya sebagai pendamping di Desa Rubaru, namun membantah tudingan terlibat langsung dalam pengerjaan program.

Gak Mas, bukan,” kilah Eko saat ditanya tentang hubungan keluarga dengan almarhum Kades RD. Ia bahkan mengelak mengenal Drajad. “Tak kenal Mas,” ujarnya singkat.

Alih-alih memberikan klarifikasi lebih lanjut, Eko malah meminta pewarta untuk datang ke rumahnya.

“Ke rumah saja Mas. Kalau ada apa-apa ke rumah saja,” katanya, permintaan yang kemudian ditolak secara halus oleh pewarta.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Drajad belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan. ***

2

Exit mobile version