BeritaOpini

Peredaran Narkoba di Pulau Masalembu Yang Teroganisir

407
×

Peredaran Narkoba di Pulau Masalembu Yang Teroganisir

Sebarkan artikel ini
FOTO: (ilustrasi) Bisnis haram yang disebut-sebut tumbuh subur di bawah hidung aparat penegak hukum. @by_News9.id
FOTO: (ilustrasi) Bisnis haram yang disebut-sebut tumbuh subur di bawah hidung aparat penegak hukum. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pulau Masalembu, gugusan pulau di utara Madura, kini tak hanya dikenal karena keindahan lautnya, tetapi juga karena kelamnya peredaran narkotika yang kian tak terkendali.

Fakta itu tidak lagi sekadar desas-desus. Bisnis haram tersebut disebut-sebut tumbuh subur di bawah hidung aparat penegak hukum, dan lebih mengkhawatirkan lagi, terkesan dibiarkan.

Warga Masalembu bahkan enggan sekadar memotret kantor Polsek.

Ketakutan itu berbicara banyak, ada atmosfer intimidasi dan rasa tidak percaya terhadap institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas peredaran narkoba.

Ini bukan isapan jempol. Lokasi transaksi narkoba disebut-sebut hanya berjarak sekitar 60 meter dari kantor Polsek Masalembu. Sebuah ironi yang menyakitkan.

Masuknya narkoba ke Masalembu, terutama jenis sabu, diyakini melalui jalur laut.

Modus operandi itu bukan hal baru. Namun anehnya, tak ada gebrakan serius dari aparat untuk mengintervensi alur penyelundupan tersebut.

Sebaliknya, yang muncul justru kesan pembiaran dan ketidakberdayaan, atau barangkali ketertutupan yang disengaja.

Kondisi ini menunjukkan adanya dugaan kuat bahwa bisnis narkoba di Masalembu bukan sekadar aktivitas sporadis, melainkan jaringan yang terorganisir dan sistemik.

Jika benar demikian, maka keberadaan aparat yang tak kunjung bertindak tegas patut dipertanyakan.

Apakah karena takut? Apakah karena ada yang bermain mata? Atau justru sudah terlalu nyaman dengan keadaan?

Situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Masalembu bukan daerah terluar tanpa pengawasan.

Negara, melalui aparaturnya, wajib hadir dan membersihkan sarang kejahatan ini. Jika tidak, maka akan lahir generasi-generasi yang rusak oleh sabu, sementara negara hanya menjadi penonton.

Masyarakat Masalembu butuh perlindungan. Mereka butuh aparat yang bekerja, bukan sekadar hadir.

Dan yang terpenting, mereka butuh jaminan bahwa pulau kecil mereka tak akan dijadikan ladang subur bagi bisnis haram yang meracuni masa depan.

Sudah cukup diam. Sudah cukup takut. Sekarang waktunya bertindak. ***

Tinggalkan Balasan

>