BeritaPeristiwa

Pick Up Terjun ke Jurang Tambang Ilegal, Nyawa Warga Pragaan Melayang

225
Pick Up Terjun ke Jurang Tambang Ilegal, Nyawa Warga Pragaan Melayang
FOTO: Evakuasi mobil pick up yang terperosok ke jurang tambang galian C ilegal. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Seorang warga Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, tewas mengenaskan setelah mobil pick up yang dikemudikannya terperosok ke jurang tambang galian C ilegal di Dusun Kembang, Desa Rombasan, Jumat (13/2/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Sujianto (60), warga Dusun Sendang Timur, Desa Sendang, Kecamatan Pragaan.

Dia mengemudikan mobil pick up warna hitam bernopol M-8401-AB.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di Dusun Kembang RT 002 RW 001, Desa Rombasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 06.00 WIB korban berpamitan kepada istrinya, Drusmiati, untuk mengambil batu di kawasan tersebut.

Namun sekitar pukul 08.30 WIB, keluarga menerima kabar dari perangkat Desa Rombasan bahwa kendaraan yang dikemudikan Sujianto terjun ke dalam jurang bekas tambang galian C.

Menantu korban, Nawawi (44), bersama Misratul Aini (32), bergegas menuju lokasi.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil sudah berada di dasar jurang dengan kondisi ringsek.

Warga bersama keluarga melakukan evakuasi secara manual. Nahas, Sujianto dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat luka berat yang dideritanya.

Kapolsek Prenduan IPTU Mohammad Sudiono bersama empat anggotanya turun langsung ke TKP didampingi unsur Koramil Pragaan, pihak kecamatan, Puskesmas Pragaan, dan perangkat desa setempat.

Petugas melakukan olah TKP serta memintai keterangan sejumlah saksi.

“Dugaan sementara kecelakaan terjadi akibat rem kendaraan blong sehingga mobil tidak terkendali dan terperosok ke jurang,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi dan menyatakan telah mengikhlaskan peristiwa tersebut sebagai musibah tanpa unsur kesengajaan dari pihak mana pun.

Meski demikian, tragedi itu kembali menyoroti keberadaan tambang galian C ilegal yang dibiarkan menganga tanpa pengamanan memadai dan berdiri di tengah aktivitas warga, menunggu korban berikutnya. ***

Exit mobile version