BeritaPeristiwa

Pro-Kontra Masjid Mirip Ka’bah di Sampang

732
Foto: Pembangunan masjid yang menyerupai bangunan Ka'bah, @by_News9.id
Foto: Pembangunan masjid yang menyerupai bangunan Ka'bah, @by_News9.id

SAMPANG, News9 – Pembangunan sebuah masjid yang menyerupai bangunan Ka’bah di Dusun Jiken, Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, memicu diskusi hangat di tengah masyarakat.

Pro dan kontra muncul setelah Aliansi Ulama Madura (AUMA) mengeluarkan surat resmi terkait desain masjid tersebut.

Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum AUMA, KH Ali Karrar Shinhaji, dan Sekretaris AUMA, Drs. KH Fadholi Moh. Ruham, M.Si, ditujukan kepada donatur utama, dr. Hj. Turah, SP.OG, M.Kes, pada Senin (30/12/2024).

Dalam surat itu, AUMA memberikan sejumlah rekomendasi terkait desain masjid agar lebih sesuai dengan karakteristik arsitektur masjid di Indonesia.

Beberapa poin penting yang disarankan oleh AUMA antara lain:

1. Menambahkan atap berbentuk kubah atau menara, sebagaimana lazimnya masjid di Indonesia.

2. Mengubah warna hitam pada dinding bangunan menjadi warna yang menyerupai Ka’bah di Masjidil Haram.

3. Membongkar dinding berbentuk huruf “U” di sekitar bangunan utama.

H. Joni Purnomo, SP, selaku Humas Pembangunan Masjid, menyambut baik masukan dari AUMA.

Ia menegaskan, pihaknya menghormati pandangan ulama dan akan segera melakukan silaturahmi dengan pengurus AUMA.

“Kami menghormati saran tersebut dan akan sowan ke Ketua serta Pengurus AUMA untuk menjelaskan konsep masjid yang saat ini masih dalam proses pembangunan,” ungkap Joni.

Di sisi lain, dr. Hj. Turah, SP.OG, M.Kes, melalui Ketua Pelaksana Pembangunan, Zaini, menegaskan pembangunan masjid itu merupakan bentuk kepedulian sosial dan keagamaan.

“Masjid ini dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan ibadah masyarakat sekitar dan para musafir,” ujarnya saat ditemui di Desa Taddan, Jumat (3/1/2025).

Zaini juga memaparkan bahwa masjid tersebut akan dilengkapi fasilitas modern seperti payung besar, pepohonan rindang, toilet dan tempat wudu terpisah, serta area istirahat untuk pengunjung.

Aktivis LSM SP2M Sampang, Syariful Umam, S.Ag, mengapresiasi keterbukaan kedua pihak dan mendorong mediasi sebagai solusi terbaik.

“Kedua pihak memiliki pandangan yang sama-sama bertujuan untuk kemaslahatan umat. Mediasi dan tabayyun adalah langkah bijak untuk menyatukan pandangan,” ujarnya.

Menurut Syariful, bangunan menyerupai Ka’bah bukan hal baru, bahkan sudah ada di beberapa daerah lain di Indonesia, termasuk di Madura.

Dia berharap dialog yang terbuka dapat menjadi jalan untuk merealisasikan niat baik pihak donatur sekaligus menghormati kearifan lokal.

Dengan proses mediasi yang terarah, diharapkan pembangunan masjid ini dapat menjadi simbol persatuan dan kepedulian, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas ibadah yang representatif. ***

2

Exit mobile version