SUMENEP, NEWS9 – Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, kembali mengharumkan nama Kabupaten Sumenep di ajang tingkat Provinsi Jawa Timur.
Dalam kejuaraan yang digelar di Surabaya pada 17–21 Mei 2026 tersebut, para atlet muda PSN Perisai Putih sukses membawa pulang sejumlah medali bergengsi.
Fettum Muksin Alkatiri berhasil meraih medali emas, sementara Arya Putra Fernanda menyabet medali perak, dan Ahmada Noval Akbar meraih juara tiga.
Prestasi tersebut menjadi bukti keseriusan pembinaan atlet silat di wilayah pesisir utara Sumenep.
Pelatih muda PSN Perisai Putih, Freindhi Septyan Hadinata, mengatakan bahwa keberhasilan atlet tidak lahir secara instan.
Menurutnya, latihan intensif, disiplin, dan mental juara menjadi kunci utama dalam mencetak atlet berprestasi.
“Untuk mendidik anak-anak menjadi atlet hebat dibutuhkan latihan yang serius dan mental bertanding yang kuat. Itu prinsip utama seorang pelatih,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Ia menegaskan, seorang pelatih juga harus memiliki mimpi besar dan strategi matang agar mampu mencetak atlet juara di berbagai kompetisi.
“Tidak ada atlet hebat tanpa pelatih yang hebat. Pelatih harus memiliki jiwa tangguh dan tidak pernah mundur dalam menghadapi tantangan,” tegasnya.
Freindhi mengaku bangga atas capaian anak didiknya yang terus menunjukkan perkembangan positif di setiap pertandingan.
“Alhamdulillah, atlet Perisai Putih selalu tampil maksimal saat bertanding. Kami terus memberikan motivasi dan pembinaan kepada atlet muda agar semakin berkembang,” katanya.
Tidak hanya fokus pada prestasi, PSN Perisai Putih Legung Timur juga menanamkan nilai-nilai rendah hati kepada para atlet.
Menurut Freindhi, ilmu bela diri bukan untuk disombongkan, melainkan digunakan secara terhormat di arena pertandingan.
“Para atlet juga kami didik untuk tetap rendah hati kepada siapa pun. Ilmu silat bukan untuk dipertontonkan, tetapi dibuktikan melalui prestasi dan sportivitas di arena,” tandasnya. ***
