BeritaDaerah

Rawan dan Minim Patroli, Pedagang Paruh Baya Dibegal di Kawasan Perkebunan

138
×

Rawan dan Minim Patroli, Pedagang Paruh Baya Dibegal di Kawasan Perkebunan

Sebarkan artikel ini
Rawan dan Minim Patroli, Pedagang Paruh Baya Dibegal di Kawasan Perkebunan
FOTO: Miswati, Penjual tempe keliling menjadi korban pembegalan di jalur perkebunan. @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Aksi kriminalitas jalanan kembali mencoreng rasa aman warga Banyuwangi. Kali ini, seorang penjual tempe keliling, Miswati (51), menjadi korban pembegalan di jalur perkebunan wilayah Kecamatan Glenmore, Minggu pagi (15/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Perkebunan Kalitelepak, Dusun Sidodadi, Desa Karangharjo.

Jalur tersebut dikenal sebagai akses ekonomi warga yang setiap hari dilalui pedagang kecil, buruh kebun, hingga petani. Namun di balik rimbunnya pepohonan, tersimpan kerawanan yang kini terbukti nyata.

Miswati, warga RT 5/RW 2 Dusun Kalirejo, Desa Tulungrejo, pagi itu menjalani rutinitasnya seperti biasa: berkeliling menjajakan tempe.

Ia tak menyangka, sapaan tiga pria bermasker yang ditemuinya saat berangkat berjualan menjadi awal petaka.

“Waktu berangkat jualan, mereka tanya alamat IGG. Saya tidak curiga,” ujarnya dengan suara bergetar, Selasa (17/2/2026).

Sepulang berjualan dan melintasi jalur yang sama, ketiga pria tersebut kembali muncul. Kali ini mereka menghadang korban.

Tanpa banyak kata, uang tunai sekitar Rp1 juta hasil jerih payahnya sejak pagi langsung dirampas.

Tak cukup sampai di situ, korban juga didorong hingga dua kali terjatuh ke tanah.

“Saya didorong sampai jatuh. Uangnya diambil semua,” tuturnya lirih.

Yang membuat warga geram, kejadian itu berlangsung pada pagi hari, bukan malam. Meski hari libur, waktu tersebut masih tergolong jam aktif masyarakat. Namun minimnya pengawasan di area perkebunan disebut menjadi celah bagi pelaku kejahatan.

Ketua RW 002, Jumadi, yang turut mendampingi korban, mempertanyakan sistem keamanan di jalur tersebut.

“Ini kejadian jam sembilan pagi. Walaupun hari libur, patroli keamanan seharusnya tetap ada. Ini jalur ekonomi warga kecil. Jangan sampai masyarakat takut mencari nafkah,” tegasnya.

Pasca-kejadian, suasana di sekitar Perkebunan Kalitelepak diliputi kekhawatiran.

Warga berharap ada peningkatan patroli dari aparat serta evaluasi sistem keamanan oleh pengelola kawasan.

Sementara itu, Miswati mengaku belum melapor ke pihak kepolisian karena keterbatasan dan rasa takut.

“Saya sudah tua, tidak ada yang mengantar ke kantor polisi. Saya cuma ingin ke depan keamanan di sini diperbaiki supaya tidak ada korban lagi,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi alarm serius bagi aparat dan pemangku kepentingan wilayah Glenmore. Jalur yang menjadi nadi ekonomi masyarakat kecil seharusnya dijamin keamanannya.

Tanpa pengawasan yang memadai, ruang-ruang sunyi di perkebunan bisa berubah menjadi titik rawan yang mengancam siapa saja. ***

Tinggalkan Balasan

>