LUMAJANG, NEWS9 – Komitmen untuk memperkuat dakwah Islam yang moderat dan solutif kembali ditegaskan Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), saat meresmikan Gedung Baru Kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Lumajang di SD Cahaya Al-Qur’an, Patian, Kelurahan Jogoyudan, Selasa (15/7/2025).
Dalam sambutannya, Bunda Indah menekankan bahwa dakwah hari ini harus membumi, memberdayakan, dan menjawab persoalan umat secara kontekstual.
“Dakwah hari ini bukan sekadar ceramah, tapi harus menjadi gerakan sosial yang mencerdaskan, menenangkan, dan membangun,” ujarnya.
Gedung baru DDII Lumajang tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tapi juga dirancang sebagai motor penggerak dakwah lintas usia dan profesi.
Fasilitasnya meliputi ruang pelatihan dai milenial, studio konten dakwah digital, serta pusat literasi Al-Qur’an dan kewirausahaan syariah.
Bupati juga menyoroti pentingnya pendekatan dakwah yang mengedepankan hikmah, mau’izhah hasanah, dan dialog sosial yang menghormati keberagaman.
“Pesan keagamaan harus menyapa hati, bukan menghakimi. Dai harus jadi penerang, bukan pemecah,” tegasnya.
Pemkab Lumajang diketahui telah mengintegrasikan program literasi keagamaan dan moderasi beragama ke dalam pembangunan sosial daerah.
Langkah ini sejalan dengan gerakan nasional Kementerian Agama dalam mendorong dakwah yang ramah, inklusif, dan transformatif.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Saifullah, menyampaikan bahwa 80 persen anggaran pembangunan gedung ini berasal dari swadaya masyarakat.
“Ini menunjukkan antusiasme umat terhadap dakwah yang menyejukkan. Masyarakat hari ini haus akan pencerahan yang membumi dan mendorong perubahan positif,” ucapnya.
Pasca-peresmian, DDII Lumajang langsung menargetkan tiga program unggulan: sertifikasi 1.000 dai muda, pendirian 150 kelas parenting Qur’ani bagi keluarga prasejahtera, dan gerakan ekonomi umat berbasis sedekah pangan serta digitalisasi UMKM halal.
Sebagai bentuk apresiasi, Bunda Indah juga menyerahkan penghargaan kepada para tokoh yang berkontribusi dalam pembangunan kantor DDII.
“Gedung ini bukan akhir, tapi awal dari lompatan dakwah yang lebih terukur dan berdampak. Kita ingin generasi muda tidak hanya paham agama, tapi mampu mempraktikkannya secara bijak dan progresif,” tutupnya. ***
