BeritaPeristiwa

Santri Sampang Geruduk DPRD, Protes Trans7 Diduga Lecehkan Kiai dan Pesantren

183
×

Santri Sampang Geruduk DPRD, Protes Trans7 Diduga Lecehkan Kiai dan Pesantren

Sebarkan artikel ini
Santri Sampang Geruduk DPRD, Protes Trans7 Diduga Lecehkan Kiai dan Pesantren
FOTO: Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sampang. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Sampang, Madura, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD setempat, Senin, (20/10).

Mereka yang tergabung dalam Aliansi Santri Sampang Bersatu Bela Kiai dan Pesantren menuntut Trans7 bertanggung jawab atas tayangan yang dinilai melecehkan martabat kiai dan lembaga pesantren.

Aksi tersebut merupakan respons atas program siaran Trans7 yang tayang pada (13/10). Dalam tayangan itu, pihak santri menilai stasiun televisi nasional tersebut telah menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, serta merendahkan KH. Anwar Manshur, salah satu kiai sepuh yang dihormati di kalangan Nahdlatul Ulama.

“Televisi nasional seharusnya menjadi sarana edukasi publik, bukan malah menyebarkan konten yang menimbulkan kegaduhan sosial dan merendahkan simbol-simbol keagamaan,” ujar Koordinator Aksi, Moh. Agus Efendi, di hadapan ratusan peserta aksi.

Agus menilai, tindakan Trans7 tidak hanya menyinggung satu pesantren, tetapi menyakiti perasaan santri di seluruh Indonesia.

Ia menuding kejadian ini sebagai bagian dari pola pelanggaran berulang terhadap norma dan etika penyiaran.

“Kasus ini bukan kejadian tunggal. Kami melihat ada kecenderungan lembaga penyiaran tertentu yang abai terhadap nilai-nilai moral dan keberagaman di masyarakat,” katanya.

Dalam aksinya, para santri menyampaikan dua tuntutan utama kepada DPRD Sampang.

Pertama, mereka mendesak pemerintah mencabut izin siar Trans7 karena dianggap menyebarkan konten yang berpotensi memecah belah bangsa.

Kedua, mereka meminta aparat penegak hukum menangkap pihak manajemen dan kreator program yang dianggap bertanggung jawab atas tayangan tersebut.

Di hadapan massa, Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi para santri.

Dia menegaskan DPRD siap menandatangani seluruh tuntutan yang diajukan.

“Kami sepakat dengan apa yang menjadi tuntutan para kiai dan santri. Pesantren adalah benteng moral bangsa yang sudah ada jauh sebelum kemerdekaan,” ujar Rudi di depan masa aksi.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak Trans7 belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) juga belum mengumumkan sikap atau langkah evaluasi terhadap tayangan yang dimaksud. ***

Tinggalkan Balasan