SUMENEP, NEWS9 – Demi mendukung program ketahanan pangan nasional, Polri melalui Polda Jawa Timur, khususnya Polsek Dungkek Polres Sumenep, terus berupaya memastikan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan warga.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melaksanakan pengecekan rutin terhadap lahan-lahan tersebut.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Dungkek, AKP Siswantoro, sebagai tindak lanjut dari arahan Ketua Satgas Ketahanan Pangan, Kombes Pol Ari Wibowo, yang juga menjabat sebagai Karo SDM Polda Jatim.
Dalam kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) “Srikandi“, Ibu Kitmaniyah, di Dusun Pabengkon, Desa Romben Guna, Dungkek, AKP Siswantoro beserta jajaran turut menggandeng Forkopimcam Dungkek.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya mendukung ketahanan pangan.
Menurut AKP Siswantoro, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pemanfaatan lahan pekarangan warga secara maksimal demi terwujudnya “Swasembada Pangan Indonesia.”
Polsek Dungkek berperan aktif dalam memberikan pendampingan serta motivasi kepada masyarakat agar mampu mengembangkan sektor pertanian secara mandiri.
“Kami terus melakukan monitoring dan pendampingan kepada warga agar pemanfaatan lahan pekarangan dapat berjalan optimal. Harapannya, ini mampu meningkatkan hasil pertanian serta mendukung ketahanan pangan lokal,” ujar AKP Siswantoro, Jumat (14/3/2025).
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan Polri dalam program itu tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi tentang teknik bercocok tanam yang efektif dan ramah lingkungan.
“Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat memaksimalkan potensi lahan yang mereka miliki,” terang Kapolsek Dungkek.
Kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan warga melalui program pemanfaatan lahan pekarangan itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih dari itu, Kapolsek berharap Kecamatan Dungkek menjadi salah satu wilayah yang mandiri dalam sektor pangan, menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis komunitas.
“Dengan adanya program ini, optimisme tumbuh di tengah masyarakat bahwa lahan pekarangan yang selama ini terabaikan dapat menjadi sumber pangan dan pendapatan tambahan yang berkelanjutan,” tukasnya. ***
