BeritaPeristiwa

Tradisi Seru di Ujung Timur Madura: Lomba Dayung Meriahkan Libur Lebaran di Pulau Saur

514
Foto: Suasana lomba Dayung Tradisional di Pantai Aloha di Pulau Saur, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. @by_News9.id
Foto: Suasana lomba Dayung Tradisional di Pantai Aloha di Pulau Saur, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Suasana Lebaran Idulfitri di Pulau Saur, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, semakin semarak dengan digelarnya Lomba Dayung Tradisional di Pantai Aloha.

Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan itu kembali menjadi magnet bagi warga lokal maupun pengunjung dari pulau sekitar.

Puluhan warga tampak antusias mengikuti perlombaan, bukan semata-mata untuk menang, tetapi juga untuk menjaga tali silaturahmi, memperkuat kerukunan, serta merayakan kebersamaan yang telah menjadi budaya khas Pulau Saur setiap Lebaran tiba.

“Ini kegiatan yang sangat positif. Selain sebagai sarana silaturahmi, juga menjadi ajang mempererat kerukunan antarwarga. Saya berharap tradisi ini terus dilestarikan dan semakin berkembang di masa mendatang,” ujar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat meninjau kegiatan pada Kamis (3/4/2025).

Tradisi yang telah mengakar sejak lama itu juga didukung penuh oleh para Remaja Masjid (Remas) setempat yang berperan aktif dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara.

Tidak hanya lomba dayung sampan, berbagai perlombaan seru lainnya turut memeriahkan suasana, seperti bola joget, lari karung anak-anak, adu panco, hingga tarik tambang.

Kegiatan tersebut terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Kemeriahan tak berhenti di lintasan lomba.

Di sepanjang Pantai Aloha, puluhan stand warung warga setempat menjajakan aneka kuliner, jajanan khas, dan kebutuhan sehari-hari, yang turut menggerakkan roda ekonomi lokal selama tujuh hari libur Lebaran.

Pesta rakyat itu menjadi bukti bahwa tradisi bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga merayakan kebersamaan dan menyalakan semangat generasi muda untuk terus menjaga warisan budaya lokal. ***

Exit mobile version