SUMENEP, NEWS9 – Pasca dilakukannya operasi gabungan oleh Polda Jawa Timur, BNNP Jatim, Polres Sumenep, Polsek Masalembu, dan Koramil 0827/22 Masalembu, tetap menajdi sorotan.
Pasalnya, muncul keluhan dari warga terkait masih maraknya aktivitas peredaran narkoba di wilayah Masalembu.
Amin, salah satu pemuda asal Masalembu, menyatakan bahwa meskipun operasi gabungan telah selesai, peredaran narkoba di wilayahnya belum sepenuhnya berhenti.
Ia mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang menyimpan barang haram tersebut dan transaksi masih sering terjadi.
“Masih banyak orang yang datang ke sebuah rumah untuk membeli narkoba, padahal lokasinya hanya sekitar 60 meter dari kantor Polsek Masalembu,” ungkap Amin, Kamis (5/6/2025).
Menurutnya, rumah tersebut diduga kuat menjadi tempat transaksi narkoba.
Meski sempat kosong saat operasi gabungan berlangsung, aktivitas mencurigakan kembali terlihat hanya beberapa waktu setelah operasi berakhir.
“Tadi malam, sekitar pukul 22.30, saya melihat ada beberapa orang datang ke rumah itu. Kuat dugaan mereka melakukan transaksi narkoba. Ini sangat meresahkan masyarakat, apalagi berdampak pada pelajar di Masalembu,” ujarnya.
Amin juga menyesalkan keberanian pelaku yang seolah tidak takut pada penegak hukum.
“Jelas-jelas ini melanggar hukum. Tapi pelakunya seperti tak gentar. Kami, warga Masalembu, sangat berharap ada tindakan tegas dari Kapolri, Kapolda Jatim, dan Kapolres Sumenep. Ini harus segera ditindak sebelum merusak generasi muda lebih jauh,” tegasnya.
Masyarakat berharap aparat tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tapi juga melakukan penindakan lanjutan terhadap para pelaku yang masih bebas menjalankan aktivitas ilegalnya. ***
