BeritaPemerintahan

UTD PMI Sampang Sandang Akreditasi Paripurna

229
×

UTD PMI Sampang Sandang Akreditasi Paripurna

Sebarkan artikel ini
Foto: Kepala UTD PMI Sampang dr. Indah Nur Susanti saat diruang kerjanya. @by_News9.id
Foto: Kepala UTD PMI Sampang dr. Indah Nur Susanti saat diruang kerjanya. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Semua Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Indonesia harus melakukan standarisasi melalui proses akreditasi. Termasuk pelayanan transfusi darah.

Dengan tujuan, agar masyarakat sebagai pengguna dapat merasakan pelayanan kesehatan sesuai standar.

Upaya pemenuhan terhadap standarisasi, terus dilakukan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dengan memperbaiki kinerja dan melengkapi administrasi. Termasuk, menyiapkan dokumen resmi terkait izin operasional.

Proses yang signifikan membuat UTD PMI Sampang berhasil mendapatkan izin Online Single Submission (OSS) dengan segala instrumen pemenuhan standar akreditasi.

Hasilnya membanggakan, yaitu berhasil menyandang akreditasi paripurna.

Kepala UTD PMI Sampang dr. Indah Nur Susanti mengatakan, pihaknya sudah mencanangkan akreditasi tersebut sejak tahun 2023 silam.

Proses akreditasi dilakukan oleh surveyor pada 22 Desember 2024 lalu.

Pihaknya, berupaya memakai panduan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan melakukan pemantauan terhadap kebutuhan yang harus dipenuhi tiap bulannya.

Ia mengaku, dalam meraih akreditasi tersebut tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada beberapa kendala yang memang harus dipenuhi.

“Seperti penyiapan gedung. Karena, waktu itu kami masih berada di area RSMZ (Rumah Sakit dr. Mohammad Zyn-red). Cuma, kami berusaha semaksimal mungkin agar gedung UTD PMI Sampang sesuai standar pusat,” ungkapnya, Selasa (11/2/2025).

Atas disandangnya akreditasi tersebut, dr. Indah berharap, adanya penguatan kepercayaan masyarakat terutama bagi yang membutuhkan darah atau yang mempercayakan diri terhadap proses pengambilan darah.

Sebab, pemakai jasa pihaknya, tidak hanya masyarakat Sampang saja. Namun, ada pula yang berasal dari luar Kabupaten Sampang.

Ia meminta, masyarakat untuk tidak ragu terhadap pelayanan dan kebutuhan darah pada pasien yang membutuhkan.

Meski pihaknya saat ini masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, namun pihaknya tetap mengupayakan droping darah dari UTD PMI yang lebih besar, semisal dari Surabaya.

“Saya harap, masyarakat percaya untuk mendonorkan darahnya kepada kami. Karena, jika penyediaan darah banyak, otomatis kebutuhan masyarakat akan darah terpenuhi. Artinya, dari masyarakat Sampang, kembali ke Sampang juga,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

>