BeritaPeristiwa

Wali Murid Protes Menu MBG Diduga Pakai Buah Busuk di Sampang

192
Wali Murid Protes Menu MBG Diduga Pakai Buah Busuk di Sampang
FOTO: Menu MBG yang dibagikan kepada anak didik. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Wali murid di SDN Gunung Sekar 1 mengeluhkan kualitas menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada anaknya, Kamis (5/3).

Keluhan muncul setelah ditemukan buah yang diduga sudah busuk dalam paket makanan yang didistribusikan oleh dapur penyedia SPPG 003 Tanggumong yang dikelola Yayasan Sahabat Peternak.

Menu yang diterima siswa disebut terdiri dari satu buah salak, satu bungkus kecil kacang tanah kapri, serta empat irisan nugget ayam kemasan kecil.

Namun, wali murid tersebut menilai kondisi buah yang dibagikan tidak layak konsumsi sehingga memicu kekhawatiran terkait kualitas serta pengawasan distribusi makanan bagi anak anak.

“Ini sangat disayangkan. Program yang seharusnya meningkatkan asupan gizi anak justru berpotensi membahayakan kesehatan mereka,” ujar wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan kepada News9.id, Kamis (5/3), malam.

Wali murid menyebut keluhan terkait kualitas menu dari dapur Yayasan Sahabat Peternak tersebut sebelumnya juga pernah disampaikan.

Karena itu, mereka mendesak adanya pembenahan menyeluruh, mulai dari penyedia hingga pihak pengawas program.

Para orang tua menilai kontrol kualitas harus diperketat agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak tidak justru menimbulkan risiko kesehatan di kalangan pelajar.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG 003, Ach. Musowwil, dengan entengnya menyatakan buah yang rusak dapat diganti.

“Atas nama siapa, Besok saya ganti ke sekolah” tulisnya seolah tidak menyadari kesalahannya.

Berbeda dengan owner SPPG 003, Nafizah, justru sebaliknya dengan sigap menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan menyebut insiden itu murni kesalahan tim dapur.

“Terima kasih atas informasinya. Mohon maaf atas kejadian di atas, murni kesalahan tim kami di dapur. Kami akan konfirmasi ke tim dapur agar quality control lebih teliti sehingga kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya. penuh tanggung jawab.

Ia juga menyatakan pihak dapur bersedia menyampaikan permintaan maaf secara langsung serta mengganti buah yang tidak layak dengan yang baru.

Namun, wali murid yang menyampaikan keluhan memilih tidak memberikan nomor kontak dan berharap penyedia segera melakukan evaluasi internal.

Wali murid tersebut menegaskan kasus ini seharusnya menjadi perhatian serius pihak pengelola dapur.

“Ini kelalaian yang harus dibenahi. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Sampang, Ratna Nur Handayani, di hubungi News9.id juga belum memberikan respons atas isu tersebut. ***

Exit mobile version