BeritaSosial

Warga Empat RT di Kelurahan Bangunsari Gelar Kerja Bhakti, Antisipasi Kemunculan Ular Piton di Bantaran Sungai

65
×

Warga Empat RT di Kelurahan Bangunsari Gelar Kerja Bhakti, Antisipasi Kemunculan Ular Piton di Bantaran Sungai

Sebarkan artikel ini
Warga Empat RT di Kelurahan Bangunsari Gelar Kerja Bhakti, Antisipasi Kemunculan Ular Piton di Bantaran Sungai
FOTO: Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan warga. @by_News9.id

MADIUN, NEWS9 – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan warga RT 12, RT 13, RT 14, dan RT 17 Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, melalui kegiatan kerja bhakti lingkungan yang dilaksanakan pada Jumat (15/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata masyarakat dalam mengantisipasi sering munculnya ular piton di area bantaran sungai yang berada di sekitar permukiman warga.

Kerja bhakti difokuskan pada pembersihan semak-semak, rumput liar, serta area pinggiran sungai yang dinilai berpotensi menjadi tempat persembunyian hewan liar.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah, di antaranya Camat Mejayan, Penjabat (PJ) Kepala Kelurahan Bangunsari, tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), Ketua RW 03, para Ketua RT 12, 13, 14, dan 17, serta warga setempat yang turut bergotong royong demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih.

Penjabat (PJ) Lurah Bangunsari, Silvia Andrees, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus merespons cepat keresahan warga terkait kemunculan ular piton di sekitar aliran sungai.

Menurutnya, kerja bhakti tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang sebelumnya disampaikan kepada pihak Tagana mengenai meningkatnya kemunculan ular piton di kawasan bantaran sungai.

“Kerja bhakti ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah bergotong royong demi menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah kelurahan, unsur relawan, dan masyarakat menjadi elemen penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya kebersihan lingkungan sekaligus mitigasi dini terhadap potensi gangguan yang dapat membahayakan warga.

Sementara itu, Ketua RT 17, Slamet Panji, mengatakan bahwa warga merasa perlu melakukan langkah cepat karena kemunculan ular piton sudah beberapa kali menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi anak-anak yang kerap beraktivitas di sekitar sungai.

“Kami bersama warga sepakat melakukan pembersihan bantaran sungai agar tidak menjadi habitat hewan liar. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kewaspadaan bersama demi keselamatan warga,” ungkapnya.

Kegiatan kerja bhakti berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekompakan warga. Selain menjadi upaya antisipasi terhadap kemunculan ular piton, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan