Tiktoker Sumenep Bantah Terima Rp 20 Juta Tutup Mulut Soal BSPS

- Redaktur

Minggu, 2 Februari 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Miskun Legiyono, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sumenep (kiri) dan Ainur Rahman, Tiktoker Sumenep. @by_News9.id

Foto: Miskun Legiyono, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sumenep (kiri) dan Ainur Rahman, Tiktoker Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Isu mengenai dugaan pengondisian dan penerimaan uang Rp 20 juta dari Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sumenep untuk membungkam kritik terkait program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kembali mencuat di media sosial, khususnya di platform TikTok.

Menanggapi tuduhan tersebut, Ainur Rahman, seorang Tiktoker Sumenep, memberikan klarifikasi tegas bahwa dirinya tidak pernah menerima uang Rp 20 juta dengan syarat berhenti mengkritik BSPS 2024.

“Kalau Rp 20 juta saya terima dari AKD dengan syarat saya tidak boleh kritik, seingat saya belum pernah ya. Tapi kalau menerima uang tanpa syarat, insyaAllah pernah, bahkan angkanya mendekati Rp 100 jutaan atau mungkin lebih dari itu,” ungkapnya, Minggu (2/2/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua AKD Kabupaten, yang akrab disapa Iyon, juga turut angkat bicara mengenai tuduhan tersebut.

Baca Juga:  Pernyataan Raden Teguh Dinilai Menyinggung Profesi Jurnalis dan Mendegradasi Kerja Media

Ia menegaskan bahwa dalam program BSPS tidak ada praktik pemotongan dana.

“BSPS itu tidak ada pemotongan. Kalau tidak puas, silakan investigasi sendiri ke lapangan,” ucapnya, saat dihubungi  News9.id melalui telepon WhatsAppnya, Minggu siang (2/2/2025).

Ainur Rahman juga menambahkan bahwa hubungannya dengan Ketua AKD lebih dari sekadar teman atau sahabat, melainkan sudah seperti keluarga.

Bahkan, Ainur mengaku pernah menerima bantuan finansial untuk berbagai kepentingan, seperti biaya perjalanan ke Yogyakarta dan pengadaan kaos saat Pilkada, namun bukan untuk membungkam kritik.

“Kalau uang iya, mungkin pernah. Misalnya, Om saya ada acara di Yogyakarta, beliau yang menanggung biaya transportasi dan bus pariwisata. Saat Pilkada, Om saya butuh dana Rp 39 juta untuk kaos, saya jemput uangnya ke rumah Om Iyon. Tapi kalau diberi uang dengan syarat saya harus diam, itu belum pernah terjadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ainur Rahman menegaskan bahwa dirinya tidak bisa dibungkam hanya dengan uang, terlebih jika menyangkut transparansi anggaran yang mencapai Rp 108 miliar untuk program BSPS 2024.

“Kalau hanya Rp 20 juta untuk menyuruh saya diam, itu tidak masuk akal. Bahkan, kalaupun Rp 1 miliar diberikan, belum tentu saya berhenti bicara. Tidak semua persoalan bisa diselesaikan dengan angka,” tuturnya.

Tiktoker Sumenep ini juga menceritakan pengalamannya saat berselisih dengan Ketua DPRD di masa lalu, di mana ia menolak uang dalam jumlah besar, namun menerima oleh-oleh sepotong baju sebagai tanda islah.

“Bukan mau meremehkan uang Rp 20 juta, ya lumayan untuk keperluan saya setengah bulan. Tapi saya tidak miskin-miskin amat, dan sekali lagi, tidak semua persoalan harus diselesaikan dengan uang,” pungkasnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama terkait transparansi dan integritas dalam pengelolaan dana publik. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB