Pj Bupati Sampang Gencarkan Pengembangan Produksi Garam Konsumsi ke Industri

- Editorial Team

Selasa, 11 Februari 2025 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto sedang meninjau UPG di Desa Pangarengan,  bersama Kejari Sampang Fadilah Helmi dan Kapolres Sampang AKBP Hartono, @by_News9.id

Foto: Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto sedang meninjau UPG di Desa Pangarengan, bersama Kejari Sampang Fadilah Helmi dan Kapolres Sampang AKBP Hartono, @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, tengah gencar-gencarnya melakukan pengembangan produksi garam melalui pengelolaan garam konsumsi menjadi garam industri.

Tujuannya, demi peningkatan pendapatan daerah dan serapan tenaga kerja.

Penjabat (Pj) Bupati Sampang Rudi Arifiyanto mengatakan, di Unit Pengelolaan Garam (UPG) Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, adalah merupakan tempat alat pemurnian garam konsumsi menjadi garam industri.

“Ini merupakan proses untuk mendorong Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” Ujarnya, pada Selasa (11/2/2025) usai meninjau UPG di Desa Pangarengan.

Menurutnya, Asta Cita Presiden Prabowo untuk ketahanan pangan itu tidak hanya padi, jagung dan sistem pertanian saja.

Sebab, bahan pangan juga terdiri dari produk kelautan dan perikanan.

Sedangkan garam, merupakan produk khas Sanpang yang jarang dimiliki oleh daerah lain.

“Kabupaten Sampang dengan kemampuan dan kualitas garam yang ada itu bisa memproduksi sekitar 200 hingga 300 ribu ton garam konsumsi,” ungkapnya.

Hal itu, akan bersaing dengan daerah lain. Namun, kebutuhan tidak banyak, hanya 5 ribu ton. Sehingga, membuat harga garam turun.

Baca Juga:  Kebersamaan Satgas TMMD ke-123: Makan Bersama Warga di Dusun Mlambing

Untuk itu, skema yang harus dibangun adalah bagaiman garam konsumsi menjadi garam industri.

Mengingat, saat ini pemerintah masih melakukan impor garam sebanyak 3 hingga 4 juta ton dalam satu tahun.

Sementara, target untuk garam industri itu minimal 3 ribu ton. Jika panen garam melimpah, maka peluang untuk menjadi garam industri sangat besar.

“Karena, garam industri ini untuk makanan dan minuman, snack, dan sebagainya,” ujarnya.

Garam industri tersebut, lanjut Rudi, bisa diproduksi oleh masyarakat. Sebab, alatnya sudah ada di UPG atau washing plant (koperasi).

Baca Juga:  Inspirasi Polres Sumenep, Umroh untuk Pengabdian dan Prestasi

Jadi, jika permintaan bertambah, masyarakat tinggal menambah alat pengolahannya saja.

“Pihak Kejaksaan dan Kepolisian selalu mengingatkan saya, agar hal ini dipublish ke masyarakat luas. Ternyata, di Pangarengan ini sudah ada produksi garam industri,” ungkapnya.

Dampak yang akan dirasakan masyarakat apabila garam industri tersebut bisa menembus pabrik dan perusahaan makanan, otomatis penyerapan tenaga kerja akan lebih banyak.

Ditempat yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Fadilah Helmi menyampaikan, Jaksa Agung juga mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam hal hal ketahanan pangan.

“Garam ini, juga termasuk ketahanan pangan. Jika dikelola dengan baik, itu akan meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat setempat,” ucapnya.

Dengan begitu, menurut Fadilah, produksi garam industri akan lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Sehingga, Kabupaten Sampang tidak akan lagi dikenal dengan sisi negatifnya. Tapi, lebih kepada pertumbuhan ekonominya.

“Kami sangat mendukung. Dan hal ini perlu diketahui oleh masyarakat Sampang secara luas agar inovasi pemerintah ini bisa didukung,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Sampang AKBP Hartono menyampaikan, inovasi yang dicanangkan dan telah beroperasi itu harus didukung oleh semua stakeholder demi meningkatkan perekonomian di Sampang.

“Meskipun Pj Bupati Sampang tidak lama lagi di Sampang, tapi inovasi atau produksi garam industri ini harus dijaga dan dilanjutkan serta harus dikawal bersama,” ucapnya.

Hartono menyarankan, agar produksi garam ini dikelola oleh koperasi. Sehingga akan membuat lebih mudah mendapatkan dukungan dana dan peningkatan taraf hidup.

“Masyarakat perlu mendukung. Bagaimana gebrakan ini terus berlanjut. Karena, kalau koperasi Insya Allah segala persyaratan akan lebih mudah,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Bahana Bersahaja Hadir di Desa Bener, Pelayanan Publik Didekatkan kepada Masyarakat
IWB Dorong Evaluasi Sound Horeg, Usulkan Pawai Kemerdekaan Kembali Berbasis Budaya Lokal
Musda XI RAPI Jawa Timur Digelar di Tretes, Aep Saepudin JZ13JVX Terpilih sebagai Ketua Daerah
Sinergi Polsek, Koramil dan Linmas Kawal Pawai Budaya HUT ke-81 Desa Taman Sari
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:42 WIB

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027

Rabu, 30 September 2026 - 17:05 WIB

Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WIB

Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 09:37 WIB

Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN

Rabu, 16 September 2026 - 15:55 WIB

Bahana Bersahaja Hadir di Desa Bener, Pelayanan Publik Didekatkan kepada Masyarakat

Berita Terbaru

FOTO: Anggota PWRI Sumenep mengikuti agenda Cator Jurnalistik. @by_News9.d

DAERAH

Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep

Rabu, 30 Sep 2026 - 17:05 WIB

FOTO: Spanetsa FC, tim futsal SMP Negeri 3 Sampang, @by_News9.id

OLAHRAGA

Spanetsa FC Juara SAF League Vol 1 2026

Rabu, 30 Sep 2026 - 09:49 WIB