Diduga Korupsi Ratusan Juta, Pembangunan Polindes di Sabunten Dikecam Aktivis

- Redaksi

Jumat, 11 April 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Very Karaeng, Aktivis Harapan Masyarakat untuk Kemaslahatan (HAMAS), @by_News9.id

Foto: Very Karaeng, Aktivis Harapan Masyarakat untuk Kemaslahatan (HAMAS), @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Proyek pembangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Sabunten, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kini menuai sorotan.

Pasalnya, proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2022 dan 2023 tersebut diduga tidak sesuai dengan nilai anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan Polindes yang berdiri saat ini diperkirakan hanya menghabiskan tidak lebih dari 20 persen dari total anggaran.

Baca Juga:  Satgas TMMD ke-123 Kodim 0821/Lumajang mendampingi Kegiatan Gerbangmas di Dusun Mlambing

Hal itu memicu kecurigaan adanya dugaan penyimpangan anggaran oleh oknum pemerintah desa.

Aktivis dari Harapan Masyarakat untuk Kemaslahatan (HAMAS), Very Karaeng, menyampaikan kegeramannya atas dugaan korupsi tersebut.

Ia menegaskan akan segera melaporkan oknum kepala desa ke aparat penegak hukum (APH).

“Pembangunan Polindes ini seharusnya menjadi fasilitas vital bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Namun, kenyataannya, bangunan itu jauh dari kata layak dan tidak mencerminkan penggunaan dana yang efisien. Kami akan segera membawa kasus ini ke ranah hukum,” ujarnya, Jumat (11/4/2025).

Sementara itu, Kepala Desa Sabunten, Matrasit, saat dikonfirmasi terkait dugaan penyimpangan anggaran, berdalih bahwa seluruh pelaksanaan pembangunan dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis.

“Kita bekerja berdasarkan petunjuk teknis dan hitungan yang mengacu pada peraturan bupati,” jelasnya.

Namun, ketika diminta untuk memberikan penjelasan lebih rinci mengenai nilai anggaran proyek, Matrasit tampak enggan menjelaskan.

“Lebih jelasnya, silakan turun langsung ke lokasi, Pak. Saya takut salah menjelaskan,” tambahnya.

Masyarakat kini menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran tersebut.

“Jika terbukti benar, maka hal ini menjadi bukti nyata bahwa pengawasan terhadap penggunaan Dana Desa harus ditingkatkan agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” pungkas Very Karaeng. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB