Tragedi di Pragaan: Warga Meninggal Akibat Tak Ada Oksigen, Aktivis GEMPAR Serukan Aksi Massal

- Redaksi

Kamis, 15 Mei 2025 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Misbahul Umam M.Z., (kiri) Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat (GEMPAR) sekaligus aktivis muda Sumenep, saat mengantarkan surat pemberitahuan aksi di SPKT Polres Sumenep, @by_News9.id

Foto: Misbahul Umam M.Z., (kiri) Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat (GEMPAR) sekaligus aktivis muda Sumenep, saat mengantarkan surat pemberitahuan aksi di SPKT Polres Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, MEWS9 – Tragedi memilukan kembali menyelimuti warga Pragaan pada Selasa malam, 13 Mei 2025, sekitar pukul 19.28 WIB, A.B., warga Desa Pragaan Daya, meninggal dunia secara tragis.

Keluarga korban menuding kelalaian pihak Puskesmas Pragaan sebagai penyebab utama, terutama akibat tidak tersedianya oksigen medis saat dibutuhkan.

Korban, yang dikenal sebagai tulang punggung keluarga, meregang nyawa dalam kondisi kritis tanpa penanganan memadai.

Ketidaksiapan fasilitas dasar seperti oksigen disebut sebagai pemicu utama kematian tersebut.

Misbahul Umam M.Z., Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat (GEMPAR) sekaligus aktivis muda Sumenep, mengecam keras manajemen Puskesmas Pragaan.

Baca Juga:  Masuk Tahun Kedua, Polres Sumenep Dinilai Abaikan Inti Kasus Kelalaian Proyek APBN

Dalam pernyataannya, ia menyebut pelayanan di puskesmas tersebut sebagai bentuk kegagalan sistemik yang sudah keterlaluan.

“Puskesmas Pragaan sudah tidak pantas lagi disebut pusat layanan kesehatan. Ketika oksigen, alat bantu vital bagi kehidupan tidak tersedia, itu bukan lagi kelalaian teknis. Itu bentuk kelalaian brutal yang merenggut nyawa,” tegasnya, Kamis (15/5/2025).

Kepada News9.id, Misbahul Umam menyerukan aksi massa pada Jumat, 16 Mei 2025, sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem kesehatan yang dinilai bobrok dan sarat pembiaran.

Aksi tersebut akan digelar di depan Pemkab Sumenep, Dinas Kesehatan, dan DPRD setempat, yang dianggap turut lalai dalam pengawasan.

“Kami akan mendesak Bupati Sumenep untuk segera melakukan evaluasi total terhadap manajemen Puskesmas Pragaan. Kepala Puskesmas dan Kepala UGD harus bertanggung jawab, baik secara administrasi, hukum, maupun sosial,” lanjutnya.

Menurutnya, kematian A.B. bukanlah insiden biasa, melainkan puncak dari gunung es persoalan layanan kesehatan di Pragaan.

Baca Juga:  Aktivis di Sampang, Soroti Ketimpangan Pendistribusian Bantuan Beras di Desa Batuporo Barat

Umam, sapan akrabnya, menilai jika kondisi tersebut dibiarkan, akan semakin banyak nyawa yang terancam.

“Ini bukan kesalahan teknis, tapi kejahatan struktural dalam pelayanan publik. Sistem yang bobrok seperti ini tidak boleh dibiarkan hidup sehari pun lagi di tengah masyarakat,” ujarnya dengan nada geram.

Lebih jauh, aktivis yang juga mantan Ketua Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu menekankan perjuangan itu bukan hanya soal satu nyawa, tapi menyangkut masa depan kesehatan masyarakat di Pragaan dan Sumenep secara luas.

“Kami tidak akan berhenti sampai ada perombakan total. Bila eksekutif dan legislatif tidak mampu menyelesaikan persoalan ini, maka bersiaplah menghadapi gelombang kemarahan rakyat,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB