SUMENEP, NEWS9 – Warga Torango, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan kerusakan jalan Provinsi yang sudah berlangsung hampir satu dekade tanpa perbaikan menyeluruh.
Jalan Provinsi yang rusak parah di wilayah tersebut tercatat berada di tiga titik, namun baru satu titik yang mendapatkan penanganan, itupun setelah bertahun-tahun dibiarkan.
Maklum, salah satu warga setempat, mengungkapkan kondisi jalan yang rusak parah itu telah mengganggu aktivitas warga secara signifikan.
Ia menyebut kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas, perekonomian, hingga keamanan warga di kawasan itu.
“Sudah sekitar 10 tahun kondisi jalan ini rusak. Pemerintah Kabupaten Sumenep seolah tutup mata dan kurang bertanggung jawab atas kerusakan ini, padahal dampaknya besar bagi masyarakat,” ujarnya dengan nada kecewa, Senin (17/6/2025).
Kepada News9.id, Maklum juga mengungkapkan ketimpangan antara kewajiban dan hak masyarakat.
Bahkan, ia menyebut warga sudah taat membayar pajak tepat waktu, namun hak atas infrastruktur yang layak justru diabaikan.
“Kami patuh bayar pajak, tapi saat infrastruktur rusak parah, pemerintah seperti tidak peduli. Ini sangat merugikan masyarakat, khususnya secara ekonomi,” tambahnya.
Senada disampaikan tokoh masyarakat, Mashudi, menilai kerusakan jalan di Dusun Torango sudah menimbulkan dampak serius.
Menurutnya, selain melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, kecelakaan lalu lintas juga kerap terjadi.
“Ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan warga. Kami berharap Bupati Sumenep mau turun langsung ke lapangan untuk melihat fakta kerusakan jalan yang menjadi kewenangan kabupaten,” tegasnya.
Mashudi menegaskan bahwa harapan agar pemerintah segera bertindak bukan hanya datang dari warga biasa, tetapi juga tokoh agama dan pemuda di desa tersebut. ***









