10 Tahun Tak Tersentuh, Warga Juruan Daya Tagih Tanggung Jawab Pemkab Sumenep

- Editorial Team

Selasa, 17 Juni 2025 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kondisi jalan kabupaten yang rusak parah di Dusun Torango, Desa Juruan Daya, @by_News9.id

FOTO: Kondisi jalan kabupaten yang rusak parah di Dusun Torango, Desa Juruan Daya, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Warga Torango, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan kerusakan jalan Provinsi yang sudah berlangsung hampir satu dekade tanpa perbaikan menyeluruh.

Jalan Provinsi yang rusak parah di wilayah tersebut tercatat berada di tiga titik, namun baru satu titik yang mendapatkan penanganan, itupun setelah bertahun-tahun dibiarkan.

Maklum, salah satu warga setempat, mengungkapkan kondisi jalan yang rusak parah itu telah mengganggu aktivitas warga secara signifikan.

Baca Juga:  Dugaan Penyelewengan Dana APBN di Madura, Aktivis Tuntut Transparansi

Ia menyebut kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas, perekonomian, hingga keamanan warga di kawasan itu.

“Sudah sekitar 10 tahun kondisi jalan ini rusak. Pemerintah Kabupaten Sumenep seolah tutup mata dan kurang bertanggung jawab atas kerusakan ini, padahal dampaknya besar bagi masyarakat,” ujarnya dengan nada kecewa, Senin (17/6/2025).

Kepada News9.id, Maklum juga mengungkapkan ketimpangan antara kewajiban dan hak masyarakat.

Baca Juga:  Megah Valen DA7, Donasi Tembus Miliar Rupiah untuk Aceh dan Sumatera

Bahkan, ia menyebut warga sudah taat membayar pajak tepat waktu, namun hak atas infrastruktur yang layak justru diabaikan.

“Kami patuh bayar pajak, tapi saat infrastruktur rusak parah, pemerintah seperti tidak peduli. Ini sangat merugikan masyarakat, khususnya secara ekonomi,” tambahnya.

Senada disampaikan tokoh masyarakat, Mashudi, menilai kerusakan jalan di Dusun Torango sudah menimbulkan dampak serius.

Menurutnya, selain melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, kecelakaan lalu lintas juga kerap terjadi.

“Ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan warga. Kami berharap Bupati Sumenep mau turun langsung ke lapangan untuk melihat fakta kerusakan jalan yang menjadi kewenangan kabupaten,” tegasnya.

Mashudi menegaskan bahwa harapan agar pemerintah segera bertindak bukan hanya datang dari warga biasa, tetapi juga tokoh agama dan pemuda di desa tersebut. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru