Merasa Dipermalukan Lewat Status WhatsApp, Anggota Arisan Siapkan Langkah Hukum

- Editorial Team

Senin, 28 September 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Seorang perempuan berinisial T mengaku dicemarkan nama baiknya. @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Seorang perempuan berinisial T mengaku dicemarkan nama baiknya. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Perempuan berinisial T di Kabupaten Sumenep mengaku menjadi korban dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh salah satu admin arisan berinisial Y.

T menyebut dirinya beberapa kali menjadi sasaran unggahan di status WhatsApp yang menurutnya merugikan nama baik dan membuatnya merasa dipermalukan di hadapan publik.

Dengan nada emosional, T mengaku selama ini memilih diam meski merasa persoalan tersebut telah terjadi berulang kali.

Dia membantah pernah menunggak pembayaran arisan dan menegaskan bahwa dirinya selalu memenuhi kewajiban ketika telah memasuki waktu pembayaran.

“Saya selama ini diam, bahkan sampai menangis. Saya ingin tahu, maksud Y melakukan itu kepada saya apa? Saya tidak punya utang, hanya arisan setiap minggu dan bulanan, itu pun saya selalu bayar,” ujar T, Senin (28/9/2026).

Baca Juga:  Nelayan Masalembu Kembali Temukan Kapal Purse Seine Beroperasi di Sekitar Rumpon

Menurut T, persoalan bermula ketika nomor telepon miliknya tidak aktif karena mengalami pemblokiran.

Namun, menurut pengakuannya, kondisi tersebut justru disikapi dengan membuat sejumlah status WhatsApp yang dianggap menyudutkan dirinya.

T mempertanyakan mengapa Y tidak terlebih dahulu menghubungi teman atau orang terdekatnya untuk menanyakan kondisi tersebut.

“Nomor HP saya memang tidak aktif karena terblokir. Kenapa tidak tanya ke teman-teman terdekat saya? Malah membuat story WhatsApp yang membuat nama baik saya malu. Ini sudah keterlaluan,” katanya.

T juga menegaskan bahwa pembayaran arisan dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati.

Menurutnya, selama belum memasuki waktu pembayaran, peserta arisan memang belum memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran.

“Arisan itu kan ada waktunya. Kalau belum waktunya bayar, ya tidak dibayar. Kalau sudah waktunya bayar, saya bayar. Publik juga tahu bagaimana sistem arisan,” tegasnya.

Dia mengaku persoalan tersebut bukan pertama kali terjadi. Namun, selama ini dirinya memilih tidak memperpanjang masalah dan tetap berusaha menyelesaikannya secara baik-baik.

“Bukan hanya satu atau dua kali saya diperlakukan seperti ini. Saya selalu diam. Tapi yang hari ini menurut saya sudah kelewat batas dan sangat merugikan saya,” ungkap T.

T juga menyebut bahwa Y selain menjadi admin arisan, juga menjalankan aktivitas pinjaman dana berbunga.

Baca Juga:  Diduga Tak Terima Ditegur Soal Sertifikat, Kades di Sumenep Lakukan Penganiayaan

Namun, dia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mempermasalahkan aktivitas tersebut dan hanya mempersoalkan tindakan yang menurutnya telah merugikan nama baiknya.

“Kalau saya punya arisan dengan admin lain, tidak seperti ini. Hanya dia yang menurut saya terlalu berisik dan selalu membuat saya seolah-olah punya masalah,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, T menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum terkait dugaan pencemaran nama baik.

Baca Juga:  Video Asusila Siswi MTs Negeri Sumenep Viral

Dia mengaku memiliki bukti berupa tangkapan layar maupun unggahan status WhatsApp yang menurutnya berkaitan dengan persoalan tersebut.

“Saya tidak pernah kabur. Saya selalu membayar setiap arisan sesuai waktunya. Karena ini sudah keterlaluan, saya akan proses secara hukum terkait dugaan pencemaran nama baik,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, Konfirmasi kepada Y masih terus dilakukan. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Nola

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cek Sound Pesta Terselubung, Balawangi Pertanyakan Pengawasan Karnaval Banyuwangi
Motor Terperosok ke Jurang 7 Meter, Pengendara Meninggal Dunia
Belum Genap Setahun, Atap Koperasi Merah Putih di Desa Lapa Laok Lepas
IWB Desak Kang Wito Turun Tangani Dugaan Pungli di Pasar Induk Banyuwangi
Sempat Hilang Dua Hari, Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal
Pembangunan KDMP Badur Tuai Kritik: Kejar Progres, Kualitas Bangunan Terabaikan
PNS Ngopi Saat Upacara Bupati, Ipung: Jangan Sampai Jadi “PNS Pap Pa’an”
Menu MBG Tak Berselera, Warga Masalembu Desak SPPG Shohibul Qur’an Dievaluasi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:32 WIB

Cek Sound Pesta Terselubung, Balawangi Pertanyakan Pengawasan Karnaval Banyuwangi

Senin, 28 September 2026 - 15:44 WIB

Merasa Dipermalukan Lewat Status WhatsApp, Anggota Arisan Siapkan Langkah Hukum

Minggu, 27 September 2026 - 08:00 WIB

Belum Genap Setahun, Atap Koperasi Merah Putih di Desa Lapa Laok Lepas

Sabtu, 26 September 2026 - 09:04 WIB

IWB Desak Kang Wito Turun Tangani Dugaan Pungli di Pasar Induk Banyuwangi

Jumat, 25 September 2026 - 23:45 WIB

Sempat Hilang Dua Hari, Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal

Berita Terbaru

FOTO: Sekda Sumenep Agus Dwi Saputra (tengah), bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumenep, Mustangin (kanan), saat mengunjungi salah satu stand perusahaan. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja

Senin, 28 Sep 2026 - 09:19 WIB

FOTO: Rapat staf di lingkungan Diskominfo Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Kadis Kominfo Sumenep Tekankan Disiplin dan Kekompakan

Senin, 28 Sep 2026 - 09:02 WIB