Dari Pesantren ke Birokrasi, Wabup Imam Hasyim Dorong Santri Jadi Teladan Integritas

- Editorial Team

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Wakil Bupati Sumenep sekaligus Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Imam Hasyim, S.H., M.H. @by_News9.id

FOTO: Wakil Bupati Sumenep sekaligus Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Imam Hasyim, S.H., M.H. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Sumenep tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.

Di tengah semarak ribuan santri yang memadati Alun-Alun Sumenep, pesan moral yang kuat disampaikan oleh Wakil Bupati Sumenep sekaligus Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Imam Hasyim, S.H., M.H.

Pengasuh Pondok Pesantren Attaufiqiyah Aengbajaraja, Kecamatan Bluto itu menegaskan bahwa semangat santri harus diterjemahkan menjadi energi moral untuk membangun pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Santri punya andil besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dari Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah hingga takbir di langit Surabaya, bangsa ini meraih kemerdekaan berkat semangat para santri,” ujar KH Imam Hasyim, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, perjuangan santri hari ini telah memasuki babak baru. Jika dahulu mereka berjuang dengan bambu runcing, kini perjuangan diwujudkan melalui integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam mengelola pemerintahan serta pelayanan publik.

“Santri harus hadir bukan hanya sebagai pengingat moral, tapi juga pelaku perubahan. Keterlibatan mereka dalam birokrasi akan melahirkan pemerintahan yang bersih, disiplin, dan teladan bagi masyarakat,” tegasnya.

KH Imam Hasyim menilai, karakter santri yang ditempa kehidupan pesantren seperti kejujuran, kesederhanaan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap ulama adalah modal utama dalam membangun birokrasi yang beretika dan berorientasi pada pelayanan rakyat.

Baca Juga:  Angin Puting Beliung Mengamuk di Pamekasan, 3 Rumah Warga Rusak Parah

Sebagai Ketua DPC PKB Sumenep, partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), ia menegaskan bahwa politik seharusnya menjadi sarana menebar kemaslahatan, bukan sekadar perebutan kekuasaan.

“Santri punya modal moral yang kuat. Mereka terbiasa hidup sederhana dan ikhlas mengabdi. Kalau nilai itu dibawa ke pemerintahan dan politik, insyaallah Sumenep akan memiliki birokrasi dan kepemimpinan yang bersih dan berkarakter,” ujarnya.

Wabup yang dikenal santun dan rendah hati itu menekankan pentingnya sinergi antar-elemen birokrasi mulai dari ASN, OPD, hingga BUMD untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Membangun pemerintahan bersih tidak segampang membalik telapak tangan. Dibutuhkan kesadaran kolektif agar orientasi pemerintahan benar-benar berpihak pada rakyat,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjutnya, kini terus mendorong transformasi digital pelayanan publik, peningkatan transparansi anggaran, dan penguatan pengawasan internal sebagai bagian dari “jihad moral” membangun tata kelola pemerintahan modern dan berkeadilan.

“Semangat santri dalam pemerintahan berarti semangat untuk melayani, bukan dilayani. Kita ingin birokrasi hadir dengan wajah yang ramah, cepat, dan jujur,” tegasnya.

Selain itu, KH Imam Hasyim juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan. Menurutnya, keadilan distribusi anggaran merupakan bentuk nyata pengabdian kepada rakyat.

“Pemimpin harus mampu mengelola APBD dengan berpihak pada rakyat tanpa membeda-bedakan wilayah. Kepulauan bukan sekadar daerah terpisah, tetapi bagian integral dari Sumenep yang harus tumbuh bersama,” ungkapnya.

Ia menilai, membangun kepulauan berarti menjaga masa depan Sumenep yang lebih berdaulat dan sejahtera.

Baca Juga:  Sumenep Sabet Penghargaan Pengguna Terbaik Semen Beku Sapi Lokal 2025

Sebagai tokoh pesantren sekaligus pemimpin politik, KH Imam Hasyim menegaskan bahwa santri masa kini harus berani mengambil peran di ruang publik baik dalam pemerintahan, politik, maupun sosial kemasyarakatan.

“Santri sejati bukan hanya yang berpeci dan bersarung, tapi yang berani terjun mengabdi untuk umat. Pemerintahan bersih tak akan lahir tanpa keberanian moral dari mereka yang berjiwa santri,” ujarnya penuh semangat.

Bagi KH Imam Hasyim, kepemimpinan sejati adalah keteladanan. Pemimpin harus mampu memimpin dengan hati dan menjadi contoh nyata melalui kebijakan serta perilakunya.

“Tugas pemimpin bukan hanya membangun fisik, tapi juga martabat rakyat. Itulah semangat santri sejati berjuang, berkhidmat, dan memberi manfaat bagi umat,” tandasnya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Sumenep menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan birokrasi dan politik, untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kejujuran, amanah, dan kesederhanaan dalam menjalankan pemerintahan.

Baca Juga:  Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Miliaran Kantor PA Kangean Disorot

Sebagai Wakil Bupati sekaligus Ketua DPC PKB Sumenep, KH Imam Hasyim berkomitmen membawa semangat pesantren ke ruang birokrasi.

Ia mengajak seluruh santri, ulama, dan pemuda untuk bersama mengawal pembangunan yang berkeadilan dan berakhlak.

“Sumenep harus menjadi contoh bahwa nilai-nilai santri bisa menjadi roh tata kelola pemerintahan modern. Dari pesantren untuk rakyat, dari santri untuk negeri,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Bahana Bersahaja Hadir di Desa Bener, Pelayanan Publik Didekatkan kepada Masyarakat
IWB Dorong Evaluasi Sound Horeg, Usulkan Pawai Kemerdekaan Kembali Berbasis Budaya Lokal
Musda XI RAPI Jawa Timur Digelar di Tretes, Aep Saepudin JZ13JVX Terpilih sebagai Ketua Daerah
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Rabu, 30 September 2026 - 18:42 WIB

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027

Rabu, 30 September 2026 - 17:05 WIB

Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WIB

Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 09:37 WIB

Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN

Berita Terbaru

FOTO: Massa aksi dari Pemuda Peduli Desa (PPD) di depan Mapolresta Sumenep, @by_News9.id

Headline

Aksi di Mapolresta Sumenep, PPD Desak Polisi Tangkap Asmawi

Jumat, 2 Okt 2026 - 17:00 WIB

FOTO: Ahmad Juhairi, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Kepulauan Masalembu, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Tiga Hari di Masalembu, Camat Pergi, DPRD: Jangan Korbankan Rakyat

Jumat, 2 Okt 2026 - 13:57 WIB