Meluruskan Persepsi, Madas Menegaskan Diri sebagai Ormas Pengabdian Sosial

- Editorial Team

Selasa, 30 Desember 2025 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ketua Umum MADAS sedarah Moch. Taufik S.I.kom., S.H., M.H., di ruang kerjanya.( 28/12). @by_News9.id

FOTO: Ketua Umum MADAS sedarah Moch. Taufik S.I.kom., S.H., M.H., di ruang kerjanya.( 28/12). @by_News9.id

SURABAYA, NEWS9 – Di tengah sorotan publik yang kian tajam terhadap organisasi kemasyarakatan, DPP Organisasi Masyarakat Madura Asli Sedarah (Madas) memilih untuk berbicara dengan kepala dingin.

Ketua Umum Madas, Moh Taufik, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya berdiri untuk pengabdian sosial, bukan praktik premanisme seperti yang belakangan dituduhkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Taufik pada Minggu (28/12), merespons berbagai framing negatif yang berkembang di ruang publik terkait aktivitas Madas.

Ia menekankan bahwa sejak awal, Madas dibentuk sebagai wadah pengabdian masyarakat Madura melalui kerja-kerja sosial yang konkret.

“Kami ini ormas yang diisi orang-orang baik. Kegiatan kami adalah kegiatan sosial,” ujar Taufik.

Sebagai bentuk nyata pengabdian, Madas saat ini mengoperasikan sedikitnya 14 unit ambulans yang melayani masyarakat lintas wilayah, mulai dari Jawa Timur, DKI Jakarta, hingga sejumlah provinsi lain.

Baca Juga:  Kerja Bakti Pembersihan Saluran Irigasi di Desa Uranggantung untuk Mendukung Pertanian

Layanan tersebut diberikan tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi penerima manfaat.

Tak berhenti di situ, Madas juga menjalankan program di bidang kesehatan, pendidikan, serta pelatihan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Organisasi ini bahkan telah mendirikan klinik kesehatan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Madura agar lebih berdaya dan mandiri.

“Kami fokus pada bagaimana meningkatkan kualitas SDM orang Madura,” kata Taufik.

Keanggotaan Madas sendiri berasal dari beragam latar belakang, mulai dari kalangan akademisi, pengusaha, hingga masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.

Baca Juga:  Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional

Perbedaan tersebut, menurut Taufik, justru menjadi kekuatan untuk membangun solidaritas dan kolaborasi sosial.

“Ada yang ekonominya mapan, ada juga yang ekonominya rendah. Tujuannya agar bisa saling membantu,” jelasnya.

Menanggapi tudingan premanisme yang kerap dialamatkan kepada organisasinya, Taufik mengaku menyayangkan adanya generalisasi dan stigma negatif.

Namun demikian, Madas memilih untuk tidak bereaksi secara emosional dan menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan hukum kepada aparat penegak hukum.

“Kami tidak akan menanggapi dengan cara premanisme. Kami percayakan kepada aparat penegak hukum,” tegasnya.

Taufik juga secara terbuka mengakui kemungkinan adanya oknum yang bertindak di luar norma dan tidak mencerminkan nilai organisasi.

Baca Juga:  Pulau Kangean Memanas, Enam Nelayan Ditangkap, Massa Mengamuk dan Bakar Fasilitas PT KEI

Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus komitmen untuk terus melakukan pembenahan internal.

“Kami akui ada oknum-oknum seperti itu. Kami mohon maaf dan kami punya itikad baik untuk terus berbenah,” ujarnya.

Lebih jauh, Madas menyatakan diri sebagai organisasi yang terbuka terhadap kritik dan saran masyarakat. Bagi Taufik, kritik bukan ancaman, melainkan cermin untuk perbaikan.

Ia juga menegaskan dukungan Madas terhadap program-program pemerintah demi kepentingan bangsa.

“Kami tidak antikritik. Kami ingin terus melakukan yang terbaik dan mendukung program pemerintah,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten
Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026
IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Berita Terbaru

FOTO: Para peserta mengikuti pengujian sesuai jenjang kompetensi Muda, Madya, dan Utama. @by_News9.id

DAERAH

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:28 WIB

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB