Pembangunan Gedung Kejari Sumenep Molor, CV A.O Utama Terancam di Blacklist

- Editorial Team

Jumat, 2 Januari 2026 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Proyek gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep yang dikerjakan oleh CV. A.O Utama, @by_News9.id

FOTO: Proyek gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep yang dikerjakan oleh CV. A.O Utama, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pembangunan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep menuai sorotan serius.

Proyek strategis yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu hingga awal Januari 2026 belum juga rampung, meski batas waktu serah terima pekerjaan telah ditetapkan pada 15 Desember 2025.

Proyek pembangunan gedung Kejari Sumenep tersebut diketahui dikerjakan oleh CV A.O Utama dengan nilai kontrak mencapai lebih dari Rp12 miliar.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, hingga Kamis (2/1/2026) progres pekerjaan masih jauh dari kata selesai.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan serius terkait komitmen penyedia jasa, fungsi pengawasan, serta ketegasan penerapan aturan kontrak dalam proyek yang menggunakan uang negara.

Baca Juga:  Mangkir dari RDP DPRD dan PMII UPI Sumenep, SKK Migas Dinilai Tak Komitmen

Sesuai ketentuan, keterlambatan pekerjaan seharusnya berimplikasi pada pengenaan denda atau sanksi administratif terhadap kontraktor.

Hingga kini, tidak ada penjelasan terbuka kepada publik mengenai apakah sanksi tersebut benar-benar dijalankan.

Padahal, proyek yang dibiayai APBN wajib menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan hukum.

Tak hanya soal keterlambatan, publik juga menyoroti mekanisme pengadaan proyek.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan proses penunjukan penyedia jasa yang dinilai janggal.

Menurutnya, proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut tidak melalui lelang terbuka via LPSE, melainkan menggunakan sistem e-katalog.

“Jangan-jangan proyek ini sudah melalui bisik-bisik dengan orang dalam. Proyek sebesar ini kok tidak lewat lelang LPSE, tapi hanya lewat e-katalog,” ujar sumber tersebut dengan nada curiga, Jumat (2/1/2026).

Sorotan tersebut memperkuat dugaan lemahnya prinsip kehati-hatian dalam proses pengadaan.

Baca Juga:  Monitoring Pengawasan Nataru, Polresta Banyuwangi Terima Kunker Kompolnas RI

Pemerintah, khususnya pihak berwenang dalam pengadaan barang dan jasa, semestinya lebih selektif dan profesional dalam menunjuk pelaksana proyek, terlebih proyek vital milik institusi penegak hukum.

Ironisnya, upaya konfirmasi yang dilakukan media ini kepada Malik, selaku konsultan perencana sekaligus konsultan pengawas proyek, tidak membuahkan hasil.

Hingga berita ini dinaikkan, yang bersangkutan tidak merespons panggilan telepon maupun upaya komunikasi dari wartawan.

Baca Juga:  Lambatnya Penanganan Dugaan Pemotongan Hibah BSPS di Sumenep, Netizen: APH Jangan Masuk Angin!

Sikap diam tersebut justru memperkuat kesan adanya persoalan serius dalam pembangunan gedung Kejari Sumenep.

Publik berhak mengetahui apa penyebab keterlambatan, bagaimana pengawasan dijalankan, serta apakah sanksi benar-benar ditegakkan.

“Jika praktik semacam ini terus dibiarkan, maka wajar bila kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan proyek negara kian tergerus. Terlebih, gedung yang dibangun merupakan simbol institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh dalam kepatuhan terhadap aturan, bukan justru menyisakan tanda tanya dan aroma masalah,” tandas sumber. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Korban saat di evakuasi dari TKP. @by_News9.id

PERISTIWA

Motor Terperosok ke Jurang 7 Meter, Pengendara Meninggal Dunia

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:27 WIB

FOTO: Skuad Garuda saat melawan Singapura pada laga Grup A. @by_News9.id

OLAHRAGA

Timnas Indonesia Tundukkan Singapura 2-0

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:03 WIB

FOTO: Agus Dwi Saputra, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Dorong Tenaga Kerja Lokal Terserap Dunia Industri

Minggu, 27 Sep 2026 - 07:11 WIB