Dear Jatim Ungkap Dugaan Korupsi Dinkes P2KB Sumenep

- Editorial Team

Jumat, 10 April 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Alfi Rizqi Ubbadi, Aktivis Dear Jatim, @by_News9.id

FOTO: Alfi Rizqi Ubbadi, Aktivis Dear Jatim, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Aktivis Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) mengungkap dugaan persoalan serius dalam tata kelola keuangan pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2024.

Temuan tersebut merupakan hasil kajian internal Dear Jatim yang merujuk pada Laporan Kuangan Daerah, LHP BPK, dan dokument Rencama Umum Pengadaan.

Aktivis Dear Jatim, Alfi Rizqi Ubbadi, menyatakan bahwa persoalan yang ditemukan tidak sekadar bersifat administratif, melainkan berpotensi berdampak pada keuangan daerah.

“Temuan ini menunjukkan adanya indikasi persoalan dalam pengelolaan anggaran yang perlu segera ditindaklanjuti,” ujar Alfi dalam keterangannya.

Dear Jatim mencatat total utang belanja pegawai di lingkungan Dinkes P2KB per 31 Desember 2024 mencapai Rp1.530.572.132,00

Baca Juga:  Bupati Lumajang Tutup Pangkalan LPG 3 Kilogram di Desa Jarit

Adapun rincian utang tersebut meliputi:

Jasa Pelayanan Non-Kapitasi: Rp1.452.067.020,00

⁃ Jasa Pelayanan Kapitasi: Rp430.096.270,00

⁃ Jasa Pelayanan Umum: Rp119.584.920,00

⁃ Jasa Pelayanan RSUD Abuya: Rp519.144.126,00

Dalam LHP BPK RI, lanjut Alfi, juga disebutkan adanya ketidakpastian pembayaran atas kewajiban tersebut.

Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila tidak segera diselesaikan oleh Kepala Dinas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Selain utang belanja, Dear Jatim juga menyoroti temuan terkait pembayaran gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN) yang belum sepenuhnya sesuai.

Baca Juga:  Unit Reskrim Polsek Ngimbang Amankan Pelaku Pencurian HP di Masjid Miftahul Fallah

Hal tersebut dipicu oleh data kepegawaian yang belum mutakhir dalam sistem SimGaji Taspen. Dari hasil uji petik, ditemukan:

⁃ Kelebihan pembayaran sebesar Rp21.132.718,00

⁃ Kekurangan pembayaran hak pegawai sebesar Rp258.057.028,00

Dear Jatim menilai kondisi ini perlu segera dibenahi agar tidak merugikan pegawai maupun keuangan daerah.

Kajian tersebut juga mencatat sejumlah temuan lain, di antaranya:

Kekurangan volume pekerjaan pada 20 paket konstruksi gedung dan bangunan

⁃ Reklasifikasi beban persediaan ke BLUD sebesar Rp8.509.991,00

⁃ Pengurangan persediaan alat kantor sebesar Rp750.000,00

⁃ Saldo awal bahan kimia terpakai sebesar Rp5.963.940,00

⁃ Persediaan akhir yang tidak terpakai sebesar Rp480.000,00

Baca Juga:  Polsek Tikung Gelar Bakti Religi Bersihkan Masjid dan TPU

Selain itu, pengelolaan retribusi pelayanan kesehatan di RSUD Abuya Kangean dan sejumlah puskesmas dinilai belum tertib, sehingga berpotensi memengaruhi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Atas berbagai temuan tersebut, Dear Jatim menyatakan tengah melakukan pendalaman lebih lanjut, termasuk mengumpulkan dokumen pendukung.

“Kami masih melakukan kajian lanjutan. Tidak menutup kemungkinan temuan ini akan kami sampaikan kepada aparat penegak hukum sebagai bentuk partisipasi dalam pengawasan,” kata Alfi.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep untuk memperoleh klarifikasi dan tanggapan resmi terkait temuan tersebut. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten
Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026
IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Berita Terbaru

FOTO: Para peserta mengikuti pengujian sesuai jenjang kompetensi Muda, Madya, dan Utama. @by_News9.id

DAERAH

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:28 WIB

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB