SUMENEP, NEWS9 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep terus memperkuat tata kelola organisasi berbasis data dan teknologi informasi.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen Verifikator Satu Data Muhammadiyah yang dilaksanakan di Aula Puspa Matahari SMUTU tadi pagi (1/11/2026).
Kegiatan ini menghadirkan tim fasilitator dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, yang dipimpin Mufti Ash Shidiqi bersama tim.
Peserta berasal dari unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Sumenep.
Ketua PDM Sumenep, Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., menegaskan bahwa penguatan sistem pendataan merupakan kebutuhan strategis bagi Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern yang memiliki jaringan kepemimpinan dan amal usaha luas.
Menurutnya, organisasi yang besar tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan sumber daya manusia, jaringan dakwah, dan amal usaha, tetapi juga harus ditopang oleh sistem informasi yang akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data bukan sekadar urusan administrasi, tetapi merupakan fondasi dalam menentukan arah kebijakan dan pengembangan organisasi. Kita tidak mungkin membuat perencanaan yang tepat apabila tidak didukung data yang akurat. Karena itu, Satu Data Muhammadiyah harus menjadi kesadaran dan kebutuhan bersama,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan bahwa agen verifikator bukan sekadar operator yang bertugas memasukkan data ke dalam sistem.
Mereka memiliki tanggung jawab memastikan setiap informasi organisasi benar, lengkap, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Jangan sampai kita memiliki organisasi yang besar, amal usaha yang banyak, dan anggota yang tersebar di berbagai wilayah, tetapi tidak mengetahui secara pasti potensi dan kondisi yang kita miliki. Melalui Satu Data Muhammadiyah, kita ingin membangun organisasi yang bekerja berdasarkan fakta, bukan sekadar perkiraan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor PDM Sumenep, Tomy, menjelaskan bahwa kegiatan bimtek tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem administrasi organisasi yang lebih tertib, terukur, dan terintegrasi.
Keberadaan agen verifikator di tingkat cabang dan ranting diharapkan dapat memperkuat koordinasi pendataan sekaligus memastikan informasi organisasi tersaji secara lebih akurat.
Senada dengan itu, Kepala Bagian Administrasi Kantor PDM Sumenep, Moh. Nurul Faqih, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi aspek penting dalam implementasi Satu Data Muhammadiyah.
Menurutnya, penguasaan teknologi informasi harus diikuti dengan kedisiplinan administrasi dan kesadaran akan pentingnya validitas data.
Melalui pendampingan tim fasilitator PWM Jawa Timur, para peserta mendapatkan penguatan pemahaman dan keterampilan teknis terkait pelaksanaan verifikasi data organisasi.
Keterlibatan PCM dan PRM menjadi penting karena keduanya merupakan ujung tombak pendataan yang bersentuhan langsung dengan kondisi organisasi di tingkat akar rumput.
Penyelenggaraan bimtek tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen Muhammadiyah untuk terus mengembangkan model tata kelola organisasi yang modern.
Transformasi digital tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan aplikasi dan perangkat teknologi, tetapi juga sebagai perubahan budaya kerja menuju sistem organisasi yang transparan, akuntabel, efektif, dan berbasis bukti.
Dengan penguatan Satu Data Muhammadiyah, PDM Sumenep berharap seluruh potensi organisasi, mulai dari struktur kepemimpinan, anggota, kegiatan dakwah, hingga amal usaha, dapat terpetakan secara lebih sistematis.
Data tersebut diharapkan menjadi instrumen penting dalam merumuskan program kerja, menentukan prioritas kebijakan, serta mempercepat pengembangan gerakan Muhammadiyah di Kabupaten Sumenep.
Langkah tersebut menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak hanya dikenal sebagai gerakan Islam yang kuat dalam dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, tetapi juga sebagai organisasi masyarakat Islam modern yang terus berinovasi dalam membangun tata kelola kelembagaan berbasis data dan teknologi informasi. ***
Penulis : Khairil
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









