Konflik Warga Wonomerto Berakhir Damai, DPRD Apresiasi Musyawarah Masyarakat

- Editorial Team

Kamis, 30 April 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Muclis Komsi 1 DPRD, camat Wonomerto, aparat kepolisian, dan TNI.di Kantor Camat Wonomerto. @by_News9.id

FOTO: Muclis Komsi 1 DPRD, camat Wonomerto, aparat kepolisian, dan TNI.di Kantor Camat Wonomerto. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Konflik antarwarga yang sempat memicu ketegangan di Desa Sepuh Gembul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, berakhir damai setelah ditempuh jalur mediasi di Kantor Kecamatan Wonomerto, Rabu, 29 April 2026.

Kesepakatan itu dicapai setelah kedua pihak bersedia duduk bersama dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo, Muchlis, yang hadir dalam mediasi tersebut, menilai penyelesaian itu menunjukkan konflik sosial tidak selalu harus berujung ke proses hukum.

Menurut dia, ruang musyawarah di tengah masyarakat masih sangat kuat.

Awak media News9.id konfirmasi kepada anggota DPRD Komisi 1 lewat pesan singkatnya.

“Alhamdulillah, kedua belah pihak telah mencapai titik temu. Ini menjadi bukti bahwa tidak semua persoalan di masyarakat harus diselesaikan melalui meja hijau,” kata anggota DPRD Muchlis.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, baik di Desa Sepuh Gembul maupun wilayah lain.

Baca Juga:  Puluhan Kades di Kabupaten Malang Diduga Tinggalkan Tugas, “Ngopi Bareng” Saat Jam Kerja di Hari Sidang Kades Jeru

Salah satu pihak yang terlibat, Adikun, menyatakan telah memaafkan seluruh pihak atas insiden yang terjadi.

Ia menyebut persoalan tersebut bermula dari kesalahpahaman dan kini telah dianggap selesai.

“Permasalahan ini sudah diselesaikan dengan baik berkat bantuan DPRD, camat, aparat kepolisian, dan TNI. Ke depan, saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya. Ia juga mengajak warga kembali bersatu dan bergotong royong.

Perwakilan keluarga Adikun turut memberikan klarifikasi terkait status jalan yang disebut menjadi salah satu sumber kesalahpahaman.

Baca Juga:  Forum LKS Kabupaten Madiun Bahas Penguatan Legalitas dan Perizinan LKSA

Mereka menjelaskan jalan yang selama ini digunakan masyarakat berada di atas lahan milik keluarga yang sebelumnya direlakan untuk pelebaran demi kepentingan umum.

Menurut keluarga, lahan tersebut bukan tanah wakaf, melainkan masih berstatus milik keluarga dan tetap dikenakan kewajiban pajak.

Mereka meminta masyarakat memahami hal itu agar tidak muncul salah tafsir di kemudian hari.

Tokoh masyarakat setempat, Abah Sueb, mengatakan sejak awal tidak ada niat mencelakakan pihak mana pun.

Ia menegaskan kegiatan yang dilakukan sebelumnya semata-mata bertujuan membangun jembatan secara swadaya untuk kebutuhan warga.

“Kami sudah berusaha mendamaikan sejak awal. Alhamdulillah, dengan bantuan semua pihak, akhirnya masalah ini bisa diselesaikan,” kata dia. Ia mengajak masyarakat kembali menjaga silaturahmi dan hidup rukun.

Camat Wonomerto, Rasyidi, mengapresiasi kedewasaan masyarakat dalam menyelesaikan konflik secara damai.

Baca Juga:  Sinergi Babinsa Tunjung dalam Monitoring Integrasi Layanan Primer di Posyandu Melati

Ia juga berterima kasih kepada aparat kepolisian, pemerintah desa, dan seluruh warga yang ikut menjaga situasi tetap kondusif.

Menurut Rasyidi, keberhasilan mediasi itu menjadi contoh bahwa persoalan sosial di tingkat lokal masih dapat diselesaikan melalui musyawarah, gotong royong, dan saling memaafkan.

Dengan tercapainya kesepakatan damai, seluruh pihak sepakat mempererat kembali hubungan sosial dan menjaga stabilitas lingkungan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Berita Terbaru

FOTO: Polresta Sumenep. @by_News9.id

HUKRIM

Pegawai Dinas PUTR Sumenep Jadi Tersangka

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:46 WIB