JMSI Sumenep Tanam 1.500 Mangrove di Kawasan Spot Pancing Pantai Matahari

- Editorial Team

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep pada penanaman mangrove. @by_News9.id

FOTO: Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep pada penanaman mangrove. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan pesisir melalui penanaman 1.500 pohon mangrove di kawasan Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan mengusung tema “JMSI Peduli Lingkungan, Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep”, tersebut menjadi bagian dari kontribusi insan pers dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelestarian lingkungan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep Agus Dwi Saputra menilai, kepedulian media terhadap lingkungan merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.

Menurut Agus, peran media selama ini tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik dengan menyampaikan informasi, kritik, maupun koreksi terhadap pemerintah.

Baca Juga:  Pemeriksaan Lanjutan Kasus BSPS, Kejari Sumenep Panggil 4 Desa

Media juga dapat menjadi teladan melalui aksi nyata yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Teman-teman media ini luar biasa. Tidak hanya mengedukasi dan memberikan koreksi, tetapi sekarang memberikan contoh bahwa lingkungan ini sangat penting,” kata Agus.

Namun, Agus mengingatkan bahwa keberhasilan program penghijauan tidak boleh hanya dilihat dari jumlah bibit yang ditanam.

Menurutnya, tantangan sebenarnya justru berada setelah kegiatan penanaman selesai.

Sebanyak 1.500 mangrove yang telah ditanam harus dipastikan dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.

“Menanam itu gampang, tetapi memelihara itu yang sulit,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta agar penanaman mangrove tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Baca Juga:  P3NA Jawa Timur Himbau Petani Padi Untuk Tunda Tanam

Pemeliharaan dan pemantauan secara rutin harus dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman yang telah ditanam.

Melalui pemantauan tersebut, kata Agus, dapat diketahui berapa banyak bibit yang tumbuh dan berapa yang tidak mampu bertahan. Jika ditemukan tanaman yang mati, langkah lanjutan dapat segera dilakukan.

“Dari situ nanti bisa dilihat berapa yang tumbuh, berapa yang tidak tumbuh. Kalau tidak tumbuh, tentu harus ada tindak lanjut,” jelasnya.

Selain aksi penanaman, Agus berharap JMSI terus mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Tekankan KDMP Berbasis Potensi Lokal

Menurutnya, edukasi lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya muncul ketika ada kegiatan tertentu.

“Jangan hanya muncul saat ada kegiatan. Terus edukasi masyarakat bahwa lingkungan ini sangat berarti bagi kita,” katanya.

Dia menegaskan, persoalan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Pelestarian kawasan pesisir membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, komunitas, dunia usaha hingga media.

Agus pun mengajak masyarakat untuk berani memulai gerakan menjaga lingkungan dari wilayah masing-masing, tanpa harus selalu menunggu program pemerintah.

“Jangan menunggu pemerintah. Kalau gerakan ini dimulai dari masyarakat, pemerintah tentu akan melihat dan memberikan perhatian,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Ifal

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:45 WIB

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB

FOTO: IMI dalam Aksi Demonstrasi di Universitas PGRI Sumenep. @by_News9.id

DAERAH

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:45 WIB