10 Tahun Berubah Drastis, Tak Ada Lagi Desa Tertinggal di Sumenep

- Editorial Team

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri) dalam Penandatanganan Berita Acara Pemutakhiran Proyeksi Status Desa. @by_News9.id

FOTO: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri) dalam Penandatanganan Berita Acara Pemutakhiran Proyeksi Status Desa. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Kabupaten Sumenep menunjukkan perkembangan signifikan dalam satu dekade terakhir.

Perubahan itu terlihat dari peningkatan status Indeks Desa, dengan semakin banyak desa yang berhasil naik ke kategori maju hingga mandiri.

Berdasarkan data perkembangan Indeks Desa, pada 2016 masih terdapat 10 desa berstatus sangat tertinggal, 124 desa tertinggal, 186 desa berkembang, dan hanya 10 desa yang masuk kategori maju.

Namun, kondisi tersebut berubah drastis pada 2026. Pemerintah Kabupaten Sumenep menyebut saat ini sudah tidak ada lagi desa yang berstatus sangat tertinggal maupun tertinggal.

“Desa kondisinya mengalami perubahan yang sangat signifikan pada 2026. Saat ini tidak ada lagi desa di Kabupaten Sumenep yang berstatus sangat tertinggal maupun tertinggal,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di sela-sela Penandatanganan Berita Acara Pemutakhiran Proyeksi Status Desa di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan data terbaru Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal tahun 2026, status Indeks Desa di Kabupaten Sumenep kini terdiri dari 39 desa berkembang, 145 desa maju, dan 146 desa mandiri.

Baca Juga:  Satlantas Polres Lumajang Ambil Langkah Tegas, Tilang Sopir Truk Oleng di Jalan

Perubahan tersebut menjadi gambaran adanya peningkatan kapasitas dan kualitas pembangunan desa, mulai dari pelayanan dasar, aspek sosial dan ekonomi, infrastruktur, hingga tata kelola pemerintahan desa.

Menurut Bupati, peningkatan status tersebut tidak terjadi secara instan.

Baca Juga:  Bawa Celurit Saat Dikejar Polisi, Pelaku Curanmor di Lumajang Dibekuk

Capaian itu merupakan hasil pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai pihak terkait.

“Desa mencapai status terbaru merupakan hasil dari proses pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, khususnya pemerintah desa dan masyarakat,” ujarnya.

Dia menegaskan, keberhasilan desa meningkatkan status Indeks Desa tidak semata-mata diukur dari perubahan kategori.

Lebih jauh, peningkatan tersebut harus dimaknai sebagai kemampuan desa dalam mengelola potensi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membangun kemandirian.

“Peningkatan status Indeks Desa ini merupakan capaian sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat desa,” tuturnya.

Pemkab Sumenep, lanjutnya, akan terus mendorong desa agar tidak berhenti setelah mencapai status maju. Desa diharapkan mampu meningkatkan kapasitas hingga mencapai kategori mandiri.

Baca Juga:  Sederhana Namun Penuh Kehangatan, Kalapas Banyuwangi Gelar Buka Puasa Bersama Warga Binaan

Dengan demikian, desa tidak hanya memiliki daya saing, tetapi juga mampu mengembangkan potensi lokal yang memberikan manfaat dan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Seluruh kepala desa, perangkat desa, serta masyarakat agar meningkatkan capaian melalui inovasi, kolaborasi, dan optimalisasi potensi yang dimiliki masing-masing desa,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Ifal

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:45 WIB

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB

FOTO: IMI dalam Aksi Demonstrasi di Universitas PGRI Sumenep. @by_News9.id

DAERAH

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:45 WIB