PSHT Pusat Madiun Peringati HUT ke-104, Teguhkan Nilai Persaudaraan dan Pengabdian kepada Masyarakat

- Editorial Team

Rabu, 2 September 2026 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: HUT ke-104, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun. @by_News9.id

FOTO: HUT ke-104, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun. @by_News9.id

MADIUN, NEWS9 – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun memperingati hari kelahirannya yang ke-104 pada Rabu, 2 September 2026.

Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang organisasi yang secara historis berdiri sejak 2 September 1922, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat nilai persaudaraan, pelestarian budaya, dan komitmen kebangsaan.

Peringatan HUT ke-104 PSHT Pusat Madiun ditandai dengan pelaksanaan tasyakuran agung yang berlangsung khidmat.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat di wilayah Nambangan.

Kegiatan dihadiri Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Dr. Ir. H. Muhammad Murjoko HW, M.R., bersama jajaran Dewan Pusat. Turut hadir Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., yang dalam kesempatan tersebut juga hadir dalam kapasitas sebagai Dewan Pusat PSHT Pusat Madiun.

Baca Juga:  Pria Asal Desa Semaan Ditemukan Tewas Tergantung di Kandang Sapi

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten dan Kota Madiun, para Wiro Anom se-Karesidenan Madiun, tokoh masyarakat Nambangan, jajaran Pengamanan Terate (Pamter) DKP, serta ratusan warga PSHT Tingkat I turut menghadiri kegiatan tersebut.

Suasana peringatan berlangsung tertib dan khidmat dengan pengamanan yang melibatkan unsur terkait.

Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga ketertiban sekaligus memperkuat hubungan organisasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah.

Sekretaris Pusat DKP Madiun, Kang Mas Ir. Tono Suharianto, menegaskan bahwa peringatan hari kelahiran PSHT bukan semata-mata agenda seremonial, melainkan momentum untuk mengenang jasa para pendiri serta para leluhur yang telah meletakkan dasar perjuangan organisasi.

“Momentum malam hari ini adalah tasyakuran untuk mendoakan para pendiri dan leluhur PSHT yang telah mendahului kita semua. Semoga kita semua selalu guyup rukun dalam menjalankan ajaran organisasi,” ujar Tono Suharianto.

Menurutnya, perjalanan PSHT selama lebih dari satu abad merupakan bagian dari sejarah panjang organisasi yang tidak terlepas dari nilai persaudaraan, budi pekerti, serta pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga:  Pelatihan Membatik: Langkah Nyata Lensa Madura Jaga Identitas Budaya Nusantara

Lebih dari 500 pendekar dan tamu undangan diperkirakan hadir dalam kegiatan tersebut. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dengan semangat kebersamaan.

Memasuki usia ke-104, PSHT Pusat Madiun diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu organisasi pencak silat yang memiliki akar kuat dalam kebudayaan lokal, tetapi juga terus memperkuat kontribusi sosialnya di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Mobil Curian di Sumenep Berhasil Diamankan, Pelaku Ubah Tampilan Kendaraan

Rangkaian tasyakuran dan bakti sosial tersebut menjadi penegasan bahwa nilai persaudaraan tidak berhenti pada lingkungan internal organisasi, melainkan dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial, menjaga kerukunan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan filosofi memayu hayuning bawana, yakni membangun kehidupan yang harmonis, menjaga ketenteraman, serta menghadirkan kemanfaatan bagi lingkungan dan sesama. ***

Facebook Comments Box

Penulis : GN

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rembug Keroncong Nasional 2026 di Semarang, Rajut Komunitas Perkuat Ekosistem Menuju Masa Depan Keroncong Indonesia
MEC 2026 Siap Digelar, Puluhan Peserta Bawa Kreasi Keraton Sumenep
Festival Tong Tong se-Madura 2026 Siap Guncang Jalanan Kota Sumenep
Spektakuler Pemuda Tambelangan Bersatu Sukses Gelar TFC ke 6 
Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Jawa Timur, 12 Daerah Tampilkan Kesenian Unggulan di MCF 2026
Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu
Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme
Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Rembug Keroncong Nasional 2026 di Semarang, Rajut Komunitas Perkuat Ekosistem Menuju Masa Depan Keroncong Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 - 14:53 WIB

MEC 2026 Siap Digelar, Puluhan Peserta Bawa Kreasi Keraton Sumenep

Sabtu, 5 September 2026 - 15:11 WIB

Festival Tong Tong se-Madura 2026 Siap Guncang Jalanan Kota Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 20:41 WIB

PSHT Pusat Madiun Peringati HUT ke-104, Teguhkan Nilai Persaudaraan dan Pengabdian kepada Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Spektakuler Pemuda Tambelangan Bersatu Sukses Gelar TFC ke 6 

Berita Terbaru

FOTO: Organisasi Taruna Muda Desa Pamolokan, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2. @by_News9.8d

SOSIAL BUDAYA

Rokat Kampong Warnai HUT ke-2 Taruna Muda Pamolokan

Minggu, 18 Okt 2026 - 18:53 WIB