SUMENEP, NEWS9 – Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi menggunakan jerigen dalam jumlah besar kembali beroperasi secara terang-terangan di Kabupaten Sumenep.
Aktivitas yang diduga ilegal itu seolah menantang larangan tegas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pantauan News9.id pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 19.04 WIB, menunjukkan pengisian solar bersubsidi ke jerigen dalam jumlah besar di SPBU 54.694.07, Jalan Raya Gapura No.55, Pandaringan Barat, Paberesen, Kecamatan Kota Sumenep.
Solar tersebut diangkut menggunakan mobil L300 minibus warna hitam bernopol M 1581 XXX dilakukan tanpa rasa takut.
Tidak ada upaya menutup-nutupi, meski banner larangan pengisian jerigen dari BPH Migas terpampang jelas di area SPBU.
Peringatan resmi dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM pun seakan tak lebih dari sekadar pajangan.
“Sudah sangat jelas larangan pengisian jerigen di seluruh SPBU Sumenep. Tapi faktanya, mereka tetap melayani pengisian dalam jumlah besar, diduga tanpa rekomendasi resmi,” ungkap seorang warga saat mau mengisi BBM.
Fakta di lapangan itu kian menguatkan dugaan adanya pembiaran sistematis.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya setoran rutin (upeti) kepada oknum aparat penegak hukum agar praktik tersebut terus berjalan mulus.
Kondisi tersebut semakin mencurigakan mengingat kelangkaan solar bersubsidi yang terus dikeluhkan masyarakat Sumenep.
Dirinya menilai, mustahil mafia BBM bisa beroperasi bebas tanpa perlindungan pihak tertentu.
“Kalau begini terus dampaknya sangat nyata mas. Nelayan kecil, pelaku usaha mikro, dan sopir angkutan rakyat jadi korban. Mereka kesulitan mendapatkan solar subsidi, sementara mafia BBM justru menjarah hak rakyat di depan mata,” tegasnya.
Herannya, hingga detik ini pun Polres Sumenep belum menunjukkan langkah tegas terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.
Sementara itu, sikap diam aparat tersebut justru memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
“Saya heran sekali mas, kenapa sampai saat ini aparat masih dian saja. Apakah hukum ini benar-benar mau ditegakkan, atau justru sedang dipermainkan? Kami menduga kuat ini memang pembiaran yang disengaja,” tandas seorang sopir travel. ***













>