Dr. Zein: Mengalihkan Pilkada ke DPRD adalah Kemunduran Konstitusional

- Editorial Team

Senin, 19 Januari 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Dr. Zein (kiri), dalam diskusi publik yang digelar Rumah Kebangsaan Sumenep di Graha Ki Hajar Dewantara, @by_News9.id

FOTO: Dr. Zein (kiri), dalam diskusi publik yang digelar Rumah Kebangsaan Sumenep di Graha Ki Hajar Dewantara, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (pilkada) kepada DPRD dinilai sebagai langkah mundur demokrasi dan berpotensi memindahkan kedaulatan rakyat ke tangan segelintir elite politik.

Kritik keras itu disampaikan Dr. Zein dalam diskusi publik yang digelar Rumah Kebangsaan Sumenep di Graha Ki Hajar Dewantara, Senin (19/1/2026).

Forum tersebut mempertemukan spektrum kekuatan sosial dan politik Sumenep: aktivis mahasiswa lintas organisasi IMM, PMII, GMNI, serta BEM se-Sumenep bersama akademisi, birokrat Pemerintah Kabupaten Sumenep, penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu), serta seluruh fraksi di DPRD Sumenep.

Dr. Zein menegaskan bahwa perdebatan pilkada tidak boleh dilepaskan dari prinsip dasar negara sebagaimana diatur dalam UUD 1945.

Menurut dia, Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 menempatkan rakyat sebagai pemilik sah kedaulatan, sementara negara dan seluruh institusinya hanya bertindak sebagai pelaksana mandat.

“Ketika hak memilih kepala daerah diambil dari rakyat dan diserahkan kepada DPRD, yang terjadi bukan efisiensi demokrasi, melainkan pergeseran kedaulatan dari rakyat ke elite,” kata Zein.

Sebagai dosen Pascasarjana Universitas Wiraraja sekaligus Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumenep, Zein menyebut bahwa dalih politik uang, konflik sosial, dan mahalnya biaya pilkada langsung kerap digunakan untuk membenarkan penghapusan partisipasi rakyat. Namun, ia menilai argumen tersebut mencerminkan kegagalan negara membaca akar persoalan.

“Politik uang bukan lahir dari rakyat yang memilih, tetapi dari elite yang gagal diawasi dan hukum yang tidak ditegakkan. Mengorbankan hak konstitusional warga karena lemahnya penegakan hukum adalah logika negara yang kalah oleh kekuasaannya sendiri,” ujarnya.

Dr. Zein juga menyoroti frasa “dipilih secara demokratis” dalam Pasal 18 ayat (4) UUD 1945 yang kerap ditafsirkan secara sempit.

Baca Juga:  Pelaku UMKM Sumenep, Semoga Hajat Achmad Fauzi dan KH. Imam Hasyim Dikabulkan

Ia menegaskan, demokratis tidak cukup dimaknai sebagai sah secara hukum, melainkan harus menjamin keterlibatan rakyat secara nyata, terbuka, dan bermartabat.

Dalam forum tersebut, Zein mengajukan gagasan “demokrasi bersyarat” sebagai tawaran konseptual. Pilkada langsung, menurut dia, tetap harus dipertahankan dengan syarat penguatan regulasi pendanaan politik, transparansi kampanye, serta sanksi hukum yang tegas dan progresif.

Baca Juga:  Solar Subsidi Dikuras Mafia, Manajer SPBU 54.694.06 Bluto Tak Mampu Tunjukkan Rekom Resmi

DPRD, kata dia, seharusnya diperkuat sebagai pengawas kekuasaan daerah, bukan sebagai pengambil alih mandat rakyat.

Diskusi ini juga menghadirkan Dr. Wilda R, akademisi FISIP Universitas Wiraraja, yang menekankan pentingnya konsistensi antara desain demokrasi dan praktik kekuasaan lokal.

Ia mengingatkan bahwa demokrasi yang dikendalikan elite berpotensi menjauhkan kebijakan publik dari kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Kampanye Akbar Bunda Indah - Mas Yudha Dimeriahkan Denny Caknan dan Sound Horeg Lokal

Sementara itu, Kyai Hadi dari PCNU Sumenep menyoroti dimensi etika dan moral politik. Menurut dia, demokrasi tidak hanya soal mekanisme, tetapi juga amanah.

“Ketika rakyat disingkirkan dari proses memilih pemimpinnya, yang hilang bukan hanya suara, tetapi juga tanggung jawab moral penguasa kepada umat,” kata Kyai Hadi.

Sejumlah aktivis mahasiswa menilai pernyataan Dr. Zein sebagai suara langka di tengah menguatnya pragmatisme politik.

Keberanian menyebut pengalihan pilkada ke DPRD sebagai kemunduran konstitusional dianggap menunjukkan konsistensi antara keilmuan, keberpihakan pada rakyat, dan integritas moral seorang tokoh agama.

Diskusi publik yang digagas Rumah Kebangsaan Sumenep ini memperlihatkan bahwa perdebatan pilkada bukan semata persoalan teknis elektoral, melainkan pertarungan nilai tentang siapa sesungguhnya pemilik kedaulatan dalam negara demokratis. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biru Langit Indonesia: Demokrat Sumenep Refleksi 25 Tahun di Momentum Maulid Nabi
PSI Lumajang Bantah Mosi Tak Percaya, Ketua Harian: Mereka Bukan Pengurus DPC
Diterima Semua Kalangan, Muchlis Yakin Ra Fahmi Mampu Bawa PKB Menang
PDIP Sumenep Perkuat Barisan dan Pasang Target 15 Kursi DPRD
Mesin Politik PSI Sumenep Resmi Mulai Kerja
Sistem Pilkada Ditangan DPRD, Demokrat Tetap Satu Barisan dengan Presiden Prabowo
Eva Hestiyawati Jadi Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Banyuwangi 
Said Kembali Nahkodai PDIP Jatim, Target 5 Juta Suara dan 50 Ribu Startup Dipatok
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:10 WIB

Biru Langit Indonesia: Demokrat Sumenep Refleksi 25 Tahun di Momentum Maulid Nabi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:35 WIB

PSI Lumajang Bantah Mosi Tak Percaya, Ketua Harian: Mereka Bukan Pengurus DPC

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:04 WIB

Diterima Semua Kalangan, Muchlis Yakin Ra Fahmi Mampu Bawa PKB Menang

Minggu, 26 April 2026 - 21:13 WIB

PDIP Sumenep Perkuat Barisan dan Pasang Target 15 Kursi DPRD

Senin, 19 Januari 2026 - 17:48 WIB

Dr. Zein: Mengalihkan Pilkada ke DPRD adalah Kemunduran Konstitusional

Berita Terbaru

FOTO: Korban saat di evakuasi dari TKP. @by_News9.id

PERISTIWA

Motor Terperosok ke Jurang 7 Meter, Pengendara Meninggal Dunia

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:27 WIB

FOTO: Skuad Garuda saat melawan Singapura pada laga Grup A. @by_News9.id

OLAHRAGA

Timnas Indonesia Tundukkan Singapura 2-0

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:03 WIB

FOTO: Agus Dwi Saputra, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Dorong Tenaga Kerja Lokal Terserap Dunia Industri

Minggu, 27 Sep 2026 - 07:11 WIB