BeritaPeristiwa

Hukum Cuma Pajangan, SPBU 54.694.06 Bluto Jadi Panggung Mafia Solar

323
×

Hukum Cuma Pajangan, SPBU 54.694.06 Bluto Jadi Panggung Mafia Solar

Sebarkan artikel ini
Hukum Cuma Pajangan, SPBU 54.694.06 Bluto Jadi Panggung Mafia Solar
FOTO: Pengisian solar di SPBU 54.694.06 yang berlokasi di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, ke jerigen dengan jumlah besar. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Keberanian mafia BBM bersubsidi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian menggila.

SPBU 54.694.06 yang berlokasi di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, diduga kuat telah melanggar aturan dengan melayani pembelian solar subsidi menggunakan jerigen dalam jumlah besar, secara terang-terangan di siang bolong.

Pantauan langsung di lokasi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 13.36 WIB, menunjukkan aktivitas mencurigakan yang nyaris tanpa rasa takut.

Sejumlah kendaraan, yang diduga sebagai pengankut BBM solar subsidi di antaranya mobil M 9838 AA, M 8810 F, A 8382 ZN, M 8717 XE bertuliskan optimis dan M 9807 AB, tampak berjejer di area SPBU.

Jerigen keluar-masuk bebas, seolah SPBU tersebut telah berubah fungsi menjadi gudang logistik mafia solar.

Lebih ironis lagi, pengisian solar subsidi bukan dilakukan oleh operator resmi SPBU, melainkan langsung oleh pembeli sendiri.

Praktik tersebut jelas menabrak aturan, namun dibiarkan berlangsung tanpa hambatan, tidak ada pengawasan, tidak ada tindakan, dan yang ada hanya pembiaran.

Larangan tegas dari Kementerian ESDM dan peringatan dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM tampaknya tak lebih dari banner lusuh yang menempel di dinding SPBU.

Bahkan, negara seolah hadir sebatas spanduk, sementara mafia leluasa menjarah hak rakyat.

“Larangan pengisian jerigen itu jelas terpampang di banner. Tapi hari ini tetap dilayani, bahkan dalam jumlah besar dan di siang hari. Mereka pakai mobil pikap, terang-terangan,” ungkap seorang warga yang melintas di lokasi, Kamis (22/1).

Fenomena itu mempertegas dugaan bahwa sebagian SPBU di Sumenep telah disulap menjadi pom bensin pribadi jaringan mafia solar subsidi.

Sementara nelayan, petani, dan masyarakat kecil harus antre dan sering kehabisan, solar justru disedot habis oleh segelintir pemain rakus.

Masyarakat mendesak keras kepada aparat penegak hukum, Pertamina, BPH Migas, hingga Pemerintah Daerah agar segera turun tangan dan menghentikan pembiaran memalukan aktivitas tersebut.

“Jangan lagi pura-pura tidak tahu. Bongkar semuanya. Evaluasi SPBU nakal. Seret pengelola dan jaringan mafia BBM subsidi yang bermain di belakang layar. Jika hukum terus kalah, jangan salahkan rakyat bila kepercayaan benar-benar mati,” tegas warga.

“Jika praktik ini terus dibiarkan, maka yang hancur bukan hanya sistem distribusi BBM subsidi, tetapi wibawa negara itu sendiri. Hukum yang tid*ak ditegakkan adalah undangan terbuka bagi kejahatan,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

2