BeritaOpini

Media Resilience Theory, Radio Jangkar Kebenaran

64
×

Media Resilience Theory, Radio Jangkar Kebenaran

Sebarkan artikel ini
Media Resilience Theory, Radio Hangkar Kebenaran
FOTO: Aries Widojoko, S.Kom. M.M. CPM - Praktisi, pengajar media Radio & SDM. @by_News9.id

OPININEWS9 – Dalam lanskap komunikasi digital, fenomena information overload di media sosial memicu krisis epistemik akibat maraknya disinformasi.

Di tengah ketidakpastian ini, gagasan dalam Media Resilience Theory memosisikan kembali radio sebagai jangkar kebenaran dan instrumen pertahanan nasional yang realistis.

Berbeda dengan platform berbasis algoritma yang rentan manipulasi, radio mempertahankan otoritasnya melalui jurnalisme yang terverifikasi dan regulasi penyiaran yang ketat.

Secara ilmiah, ketahanan radio bertumpu pada arsitektur teknis dan aspek psikologis pendengar. Dari dimensi pertahanan, infrastruktur pemancar radio analog (FM/AM) memiliki enkripsi dan ketahanan fisik yang tinggi terhadap serangan siber maupun kelumpuhan total jaringan internet saat bencana.

Radio bertindak sebagai garis pertahanan informasi hulu yang memastikan komando serta instruksi kedaruratan negara tetap tersampaikan ke lapisan masyarakat paling terpencil.

Secara sosiologis, hubungan audiens dengan radio bersifat parasocial yang berbasis kepercayaan (trust).

Suara manusia yang dimoderasi secara profesional memberikan rasa aman kolektif yang gagal dihadirkan oleh teks anonim di media sosial.

Oleh karena itu, relevansi radio tidak memudar; media ini berevolusi menjadi instrumen strategis negara untuk meredam kepanikan publik, menyaring hoaks, dan menjaga stabilitas nasional di era pascakebenaran (post-truth). ***

Tinggalkan Balasan

2