Rakyat Dicekik Harga LPG 3 Kg Tembus Rp100 Ribu di Kramian

- Editorial Team

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Kelangkaan dan mahalnya LPG 3 kilogram di Masalembu. @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Kelangkaan dan mahalnya LPG 3 kilogram di Masalembu. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Bupati Sumenep belum menunjukkan kebijakan nyata untuk merespons jeritan warga Desa Kramian, Kecamatan Masalembu, yang kian terhimpit akibat kelangkaan dan mahalnya LPG 3 kilogram.

Sejak Desember 2025, warga Desa Kramian hidup dalam tekanan ekonomi berlapis.

LPG bersubsidi yang seharusnya menjadi penopang dapur rakyat kecil, justru berubah menjadi barang mewah.

Harga melonjak tidak masuk akal, dari Rp70 ribu hingga menembus Rp100 ribu per tabung 3 kg.

“Sudah lama kami kesulitan LPG. Kalau pun ada, harganya luar biasa mahal,” ujar Samad, warga Desa Kramian, kepada News9.id, Senin (26/1).

Mayoritas warga Kramian menggantungkan hidup sebagai nelayan tradisional dengan penghasilan pas-pasan.

Baca Juga:  Terekam CCTV, Pencuri Gasak Baju dan Handphone di Toko Jaya Samudra Sumenep

Dalam kondisi cuaca buruk yang memaksa mereka tidak bisa melaut, beban hidup justru semakin mencekik. LPG mahal, sembako ikut meroket, dan daya beli rakyat benar-benar lumpuh.

Ironisnya, kenaikan harga kebutuhan pokok seolah tidak mengenal kata turun. Sekali naik, harga menetap di langit, sementara penghasilan warga tetap di tanah.

LPG 3 kg yang dijual hingga Rp100 ribu jelas bukan sekadar pelanggaran moral, tapi bentuk nyata penindasan terhadap rakyat kecil.

“Kalau ada yang jual LPG 3 kg, harganya dipatok Rp100 ribu. Ini jelas memberatkan. Kami sedang susah, cuaca buruk, tidak bisa melaut,” lanjut Samad.

Situasi makin menyakitkan ketika cuaca buruk justru dijadikan momentum oleh sebagian pedagang untuk menaikkan harga.

Baca Juga:  Menggali Kemandirian Pangan, Majelis Maiyah Jhembhâraté Sampang Gelar Diskusi Publik Edisi ke-11

Di saat rakyat terpuruk, ada pihak yang memilih meraup untung dari penderitaan.

Warga mengaku sudah mengadu ke pemerintah desa, berharap ada solusi atau intervensi. Namun hingga hari ini, tidak ada perubahan berarti.

Harga tetap mencekik, distribusi tetap bermasalah, dan rakyat tetap dibiarkan bertahan sendiri.

“Pertanyaan besarnya, di mana peran Pemerintah Kabupaten Sumenep? Di mana pengawasan distribusi LPG bersubsidi. Dan yang paling mendasar, di mana keberpihakan Bupati Sumenep terhadap rakyat kepulauan yang jelas-jelas sedang kesulitan,” tegasnya.

Pemerintah tidak cukup hanya hadir lewat baliho dan slogan kesejahteraan. Rakyat Kramian butuh kebijakan konkret, bukan janji kosong.

Baca Juga:  Tanggul Jebol, Banjir Kepung Kebunagung Sumenep: Warga Mengungsi, Pemerintah Ditagih Aksi Nyata

Minimal, kata dia, pemerintah daerah harus memastikan LPG 3 kg kembali ke harga normal dan tepat sasaran, sesuai fungsi subsidi.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang terjadi bukan sekadar krisis energi, melainkan pengabaian negara dan Pemkab Sumenep terhadap rakyatnya sendiri,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Keluarga korban aksi pembunuhan yang dilakukan karena sakit hati. @by_News9.id

HUKRIM

Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya

Senin, 21 Sep 2026 - 14:28 WIB

FOTO: Korban pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK). @by_News9.id

PERISTIWA

Warga Tambelangan Sampang Tewas Dibunuh OTK

Senin, 21 Sep 2026 - 09:06 WIB