SUMENEP, NEWS9 – E-book yang berjudul “YUDI THE CONNECTOR“, menghadirkan sebuah gagasan segar tentang bagaimana kebaikan dapat dijadikan energi penggerak menuju kebahagiaan.
Hal itu diungkapkan Aries Widojoko, S.Kom, M.M. (Praktisi, Pengajar Media, dan SDM) saat mereview buku tersebut, Rabu (24/6).
Ia menjelaskan, rumus yang ditawarkan, yakni Kinetic Kindness Formulation, menekankan bahwa kebahagiaan bukan sekadar hasil pencapaian materi, melainkan buah dari kemampuan seseorang menjadi penghubung kebaikan bagi orang lain.
“Dalam konteks kekinian, di mana masyarakat sering terjebak dalam kompetisi individualistik, buku ini relevan karena mengajarkan bahwa kolaborasi dan empati justru menjadi fondasi keberhasilan,” ujarnya.
Menurutnya, Aziz Holis – sang penulis e-book “Yudi The Connector” atau yang lebih dikenal sebagai Docmark membedah konsep kebaikan sebagai Growth Fuel, bahan bakar yang mampu mengangkat seseorang dari keterpurukan.
“Docmark juga menekankan pentingnya Safety Net Strategy, yakni jaring pengaman berbasis solidaritas agar individu tidak jatuh sendirian ketika menghadapi krisis. Perspektif ini terasa intelek karena menghubungkan nilai moral dengan strategi praktis dalam bisnis maupun kehidupan sosial,” paparnya.
Aries menambahkan, lebih jauh buku ini mengajak pembaca mengadopsi Connector Mindset, pola pikir yang menempatkan diri sebagai simpul jaringan yang membuka peluang bagi banyak pihak. Di era digital dan ekonomi berbasis komunitas, gagasan ini sangat relevan : keberhasilan tidak lagi ditentukan oleh seberapa keras seseorang bekerja sendiri, melainkan seberapa luas ia mampu menciptakan ekosistem kebaikan.
“Dengan demikian, sosok seorang YUDI sebagai THE CONNECTOR bukan sekedar bacaan motivasi, tetapi peta jalan menuju kebahagiaan yang berakar pada integritas, kolaborasi, dan kebermanfaatan sosial,” tutupnya. ***












