Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu - News 9
BeritaBudaya

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu

23
×

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu

Sebarkan artikel ini
Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu
FOTO: Petik Laut (Rokat Tase') Tradisi tahunan masyarakat nelayan Masalembu. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Rangkaian kegiatan Petik Laut (Rokat Tase’) yang diselenggarakan oleh Rawatan Samudra berlangsung dengan lancar, aman, tertib, dan penuh khidmat.

Tradisi tahunan masyarakat nelayan Masalembu ini kembali menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus melestarikan budaya warisan para leluhur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai darat yang diikuti masyarakat dengan iring-iringan yang meriah sebagai simbol rasa syukur atas rezeki dan keselamatan yang diberikan Allah SWT kepada masyarakat nelayan.

Pada malam harinya, masyarakat disuguhkan pentas seni yang berlangsung semarak dan menjadi ruang silaturahmi sekaligus pelestarian seni budaya lokal.

Memasuki puncak acara, kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana khidmat dan religius.

Selanjutnya dilaksanakan sambutan dari Pengurus Rawatan Samudra yang diwakili oleh Jailani, kemudian dilanjutkan dengan istiqosah, ceramah agama, serta doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT dan harapan agar seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, senantiasa diberikan keselamatan saat melaut, keberkahan rezeki, dan perlindungan dari segala musibah.

Puncak kemeriahan terlihat pada pawai laut yang diikuti ratusan perahu nelayan yang memadati perairan Masalembu.

Tidak hanya para nelayan, perahu-perahu tersebut juga dipenuhi oleh anak-anak, para ibu, pemuda, hingga seluruh anggota keluarga yang ikut memeriahkan tradisi Petik Laut.

Laut Masalembu berubah menjadi lautan kebersamaan dengan iring-iringan perahu yang berlayar secara tertib, mencerminkan kuatnya semangat persatuan masyarakat pesisir dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya mewakili panitia sekaligus Pengurus Rawatan Samudra, Jailani menyampaikan bahwa Petik Laut bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan kebersamaan yang harus terus dijaga.

“Petik Laut adalah jati diri masyarakat nelayan Masalembu. Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT, menjaga persaudaraan, memperkuat gotong royong, serta mencintai laut sebagai sumber kehidupan. Warisan budaya ini harus terus kita jaga dan lestarikan agar tetap hidup di tengah masyarakat serta menjadi kebanggaan generasi penerus. Bersamaan dengan itu, kita memiliki amanah untuk menjaga laut Masalembu dari segala bentuk kerusakan. Laut yang kita nikmati hari ini bukan hanya warisan dari para leluhur, tetapi juga titipan untuk anak cucu kita. Jangan sampai generasi yang akan datang hanya mendengar cerita bahwa Masalembu pernah memiliki laut yang kaya. Mari kita rawat, kita jaga, dan kita wariskan laut Masalembu dalam keadaan tetap lestari, tetap memberi kehidupan, dan tetap menjadi kebanggaan bagi generasi-generasi setelah kita. Jangan sampai kita berhenti hanya karena merasa lelah, dan jangan sampai kita menyerah hanya karena perjuangan belum sepenuhnya tercapai. Setiap langkah kecil yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi bagian dari perubahan besar di masa depan. Selama kita tetap bersatu, tetap peduli, dan terus berjuang, insya Allah akan selalu ada jalan dan harapan. Mari kita kuatkan tekad untuk terus menjaga budaya, merawat laut Masalembu, serta mewariskan alam yang lestari dan kehidupan yang lebih baik kepada generasi yang akan datang,” katanya, Rabu (8/7/2026).

Jailani juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan bersama-sama melestarikan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur sebagai identitas masyarakat nelayan Masalembu.

Panitia Rawatan Samudra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para sesepuh nelayan, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, pemerintah, seluruh pemilik perahu, relawan, dan semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pawai darat, pentas seni, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, istiqosah, ceramah agama, hingga pawai laut dapat terlaksana dengan lancar, aman, tertib, dan sukses.

Petik Laut bukan hanya sebuah perayaan budaya, tetapi juga simbol persatuan, rasa syukur, dan kecintaan masyarakat terhadap laut sebagai sumber kehidupan.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan melalui ratusan perahu yang berlayar bersama menjadi bukti bahwa budaya akan tetap lestari apabila dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.

Lebih dari itu, tradisi ini mengingatkan bahwa menjaga laut adalah menjaga masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan apakah anak cucu kita kelak masih dapat menikmati laut Masalembu yang kaya, lestari, dan penuh berkah sebagaimana yang kita rasakan hari ini. ***

Tinggalkan Balasan