Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
Dialog Kebangsaan Musda X LDII Sumenep, Dr. Zein: Moderasi Beragama Harus Melahirkan Kemajuan, Bukan Sekadar Menjaga Kerukunan - News 9
BeritaDaerah

Dialog Kebangsaan Musda X LDII Sumenep, Dr. Zein: Moderasi Beragama Harus Melahirkan Kemajuan, Bukan Sekadar Menjaga Kerukunan

22
×

Dialog Kebangsaan Musda X LDII Sumenep, Dr. Zein: Moderasi Beragama Harus Melahirkan Kemajuan, Bukan Sekadar Menjaga Kerukunan

Sebarkan artikel ini
Dialog Kebangsaan Musda X LDII Sumenep, Dr. Zein: Moderasi Beragama Harus Melahirkan Kemajuan, Bukan Sekadar Menjaga Kerukunan
FOTO: Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Dr. Moh. Zeinudin, (dua dari kanan) dalam dialog kebangsaan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., LL.M., yang akrab disapa Dr. Zein, menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Sabtu (4/7/2026).

Dr. Zein merupakan akademisi di bidang hukum yang menyelesaikan pendidikan Program Double Degree Magister Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Leiden University, Belanda.

Ia saat ini menjabat sebagai Ketua PDM Sumenep serta aktif mengembangkan gagasan Islam Berkemajuan dalam berbagai forum akademik maupun kebangsaan.

Dialog kebangsaan tersebut merupakan rangkaian pembuka Musyawarah Daerah (Musda) X LDII Kabupaten Sumenep yang mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Melahirkan SDM yang Profesional Religius Guna Berkontribusi dalam Mewujudkan Sumenep yang Unggul, Mandiri, dan Sejahtera.

Selain Dr. Zein, kegiatan tersebut juga menghadirkan Dr. Damanhuri dari PCNU Sumenep dan Dr. Musaheri dari LDII.

Menyampaikan materi berjudul “Pelaksanaan Moderasi Beragama Berbasis Islam Berkemajuan Menuju Sumenep yang Unggul, Mandiri, dan Sejahtera,” Dr. Zein menegaskan bahwa moderasi beragama dalam perspektif Muhammadiyah bukan sekadar upaya menjaga kerukunan dan mencegah ekstremisme, melainkan strategi membangun peradaban yang maju.

Menurutnya, Islam Berkemajuan memandang bahwa keberhasilan moderasi beragama harus diukur dari kemampuannya melahirkan masyarakat yang cerdas, sehat, adil, mandiri secara ekonomi, unggul dalam ilmu pengetahuan, dan bermartabat.

“Moderasi beragama tidak boleh berhenti pada slogan, seminar, atau sekadar rendahnya angka konflik. Moderasi harus menghadirkan kemajuan yang dapat dirasakan masyarakat. Ketika pendidikan berkembang, layanan kesehatan semakin baik, ekonomi umat semakin kuat, dan keadilan sosial semakin terwujud, di situlah moderasi beragama menemukan maknanya,” ujar Dr. Zein.

Ia menilai, implementasi moderasi beragama di Indonesia selama ini masih cenderung berorientasi pada aspek kerukunan dan pendekatan administratif.

Padahal, menurutnya, moderasi beragama semestinya menjadi gerakan transformasi sosial yang melahirkan kemajuan bangsa.

“Negara tentu patut diapresiasi karena telah menjadikan moderasi beragama sebagai salah satu agenda penting dalam kehidupan berbangsa. Namun, ke depan orientasinya perlu diperluas. Moderasi beragama jangan hanya dinilai dari harmoni sosial, tetapi juga dari keberhasilannya meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, kesejahteraan ekonomi, penguasaan ilmu pengetahuan, serta perlindungan terhadap martabat manusia. Itulah perspektif Islam Berkemajuan yang ditawarkan Muhammadiyah,” jelasnya.

Dalam paparannya, Dr. Zein menjelaskan bahwa Muhammadiyah sesungguhnya telah mempraktikkan moderasi beragama jauh sebelum istilah tersebut menjadi kebijakan nasional.

Melalui ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, kebencanaan, dan pemberdayaan ekonomi, Muhammadiyah menunjukkan bahwa dakwah Islam diwujudkan melalui pelayanan nyata kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang sosial.

Ia menyebut ribuan sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, rumah sakit, klinik, panti asuhan, lembaga filantropi, hingga jaringan pemberdayaan ekonomi Muhammadiyah sebagai bukti konkret bahwa Islam Berkemajuan tidak berhenti pada wacana, tetapi hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Keunggulan Muhammadiyah terletak pada konsistensinya membangun amal usaha sebagai instrumen dakwah. Muhammadiyah tidak sekadar berbicara tentang moderasi beragama, tetapi membuktikannya melalui karya nyata yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Dakwah bil-hal inilah yang menjadi kekuatan Islam Berkemajuan,” tegasnya.

Menutup pemaparannya, Dr. Zein mengajak Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, LDII, dan seluruh organisasi kemasyarakatan Islam untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Kabupaten Sumenep.

“Perbedaan organisasi hendaknya menjadi kekuatan untuk berlomba dalam menghadirkan kemaslahatan. Jika seluruh elemen umat bersinergi membangun pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan peradaban ilmu pengetahuan, maka cita-cita mewujudkan Sumenep yang unggul, mandiri, dan sejahtera akan semakin mudah diwujudkan,” pungkasnya.

Dialog kebangsaan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat persaudaraan.

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen organisasi-organisasi Islam dalam membangun kehidupan beragama yang tidak hanya harmonis, tetapi juga melahirkan kemajuan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan