BANYUWANGI, NEWS9 – Pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) memasuki hari terakhir pada Senin (28/9/2026).
Para siswa mengikuti rangkaian ujian sebagai bagian dari evaluasi capaian pembelajaran, sekaligus mendapatkan penguatan tentang pentingnya mengerjakan setiap soal dengan jujur dan bertanggung jawab.
Hari terakhir pelaksanaan STS menjadi momentum bagi sekolah untuk memberikan motivasi kepada siswa setelah mengikuti rangkaian ujian.
Melalui poster bertajuk “Last Day Sumatif Tengah Semester”, siswa diingatkan bahwa ujian tidak hanya menjadi sarana untuk memperoleh nilai, tetapi juga mengukur kemampuan sekaligus membentuk karakter.
Pesan “Nilai itu penting, jujur yang utama” menjadi penekanan utama dalam poster tersebut.
Siswa diajak mengerjakan soal berdasarkan kemampuan sendiri serta tidak menjadikan pencapaian nilai sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti ujian.
Kepala sekolah menegaskan bahwa pelaksanaan STS tidak hanya bertujuan mengukur capaian akademik siswa, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa ujian bukan semata-mata tentang mendapatkan nilai tinggi. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka mampu mengikuti proses dengan jujur, bertanggung jawab, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Apa pun hasilnya, jadikan sebagai bahan evaluasi untuk terus belajar dan berkembang,” ujar kepala sekolah.
Menurutnya, hasil STS merupakan bagian dari evaluasi untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran.
Hasil tersebut juga dapat menjadi bahan bagi siswa dan sekolah untuk mengetahui kemampuan yang telah dikuasai maupun materi yang masih perlu ditingkatkan.
Selain mengingatkan pentingnya kejujuran, pesan dalam poster tersebut juga memberikan apresiasi atas perjuangan siswa selama mengikuti seluruh rangkaian STS.
Waktu, tenaga, keringat, dan rasa lelah yang telah dilalui merupakan bagian dari proses belajar menuju masa depan.
“Ingat, nilai bukanlah batas akhir dari kesuksesan kalian. Jadikan hasil apa pun sebagai motivasi untuk terus tumbuh dan belajar,” demikian pesan yang disampaikan kepada para siswa.
Berakhirnya pelaksanaan STS sekaligus menjadi momentum bagi peserta didik untuk mengevaluasi proses belajar yang telah dijalani.
Nilai yang diperoleh nantinya diharapkan tidak hanya menjadi hasil akhir, tetapi juga menjadi bahan refleksi untuk mempertahankan capaian yang sudah baik dan memperbaiki kekurangan.
Kejujuran dalam ujian pada akhirnya bukan hanya tentang memperoleh nilai sesuai kemampuan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.
Sikap tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. ***
Penulis : Toro
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









