BeritaBudaya

Festival Tongtong ‘Ngopeni Sumenep’, Simbol Kebangkitan Budaya Pasca Pilkada

395
×

Festival Tongtong ‘Ngopeni Sumenep’, Simbol Kebangkitan Budaya Pasca Pilkada

Sebarkan artikel ini
Foto: Festival Musik Tongtong se-Madura bertajuk 'Ngopeni Sumenep' yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep, sukses digelar. @by_News9.id
Foto: Festival Musik Tongtong se-Madura bertajuk 'Ngopeni Sumenep' yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep, sukses digelar. @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Festival Musik Tongtong se-Madura bertajuk ‘Ngopeni Sumenep’ yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo sukses menjadi simbol kemenangan masyarakat pasca Pilkada Serentak 2024.

Sebanyak 40 grup musik tongtong dari berbagai daerah di Madura tampil memukau, lengkap dengan tarian seni khas masing-masing wilayah.

Acara berhasil menyedot perhatian puluhan ribu warga dari lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua, yang datang untuk menikmati suasana meriah dan penuh warna.

Bupati Achmad Fauzi mengaku bangga atas terselenggaranya Festival Musik Tongtong tahun ini yang mendapat sambutan luar biasa.

“Pertunjukan budaya dan seni ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol pemersatu masyarakat Sumenep pasca Pilkada 2024. Ribuan masyarakat yang hadir adalah bukti kuatnya semangat gotong royong dan harmoni di tengah keberagaman kita,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (14/12/2024).

Selain pertunjukan musik tongtong, acara juga dimeriahkan oleh parade budaya, bazar kuliner khas Madura, dan berbagai kegiatan menarik lainnya.

Festival ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi budaya, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi kepada generasi muda.

Bupati Achmad Fauzi yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan Sumenep menekankan pentingnya menjaga tradisi budaya agar tidak tergerus zaman.

“Festival Musik Tongtong harus terus dilestarikan. Kesenian ini adalah bagian dari warisan leluhur yang menyimpan pesan-pesan kebersamaan, harmonisasi, dan semangat gotong royong,” tegasnya.

Fauzi atau viral disebut Bupati Tongtong juga menyampaikan peran penting generasi muda dalam melestarikan budaya.

Menurutnya, pengenalan dan pelibatan kaum muda dalam kegiatan seni tradisional adalah langkah strategis untuk menjaga tradisi tetap hidup.

“Musik tongtong bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki nilai filosofis yang dalam. Semangat kebersamaan inilah yang ingin terus kita bangun, terutama untuk mempererat hubungan antar daerah di Madura,” tambahnya.

Festival Musik Tongtong se-Madura ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan harmonisasi antar wilayah di Madura.

Bupati Achmad Fauzi berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga warisan budaya.

“Acara ini adalah momen penting untuk membangun kolaborasi dan sinkronisasi antar daerah. Bersama, kita bisa memperkuat semangat kebersamaan untuk menciptakan masa depan yang lebih harmonis,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

>