SUMENEP, News9 – Di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, hidup seorang wanita tua bernama Nyai Tamma yang menjalani hari-harinya dalam kesendirian.
Tamma tidak memiliki KTP dan hidup tanpa dukungan keluarga, meskipun memiliki anak yang kini tinggal bersama suaminya.
Nyai Tamma, yang kini sudah lanjut usia, mengandalkan penghasilan tidak menentu dari upah membantu orang lain ke pasar.
Kadang ia diberi Rp2.000, kadang hanya Rp1.000.
Meski begitu, Nyai Tamma tetap menerima dengan sabar dan tabah.
Mirisnya, ia belum pernah menerima bantuan sosial apa pun dari pemerintah atau pihak lain.
“Kehidupan saya seperti ini setiap hari. Kalau ada yang menyuruh, ya saya bantu. Kalau tidak, saya hanya diam di rumah,” ungkap Nyai Tamma dengan lirih.
Kondisi hidup Nyai Tamma yang serba kekurangan menjadi potret nyata dari warga yang terlupakan.
Dia berharap ada uluran tangan dari para dermawan, pengusaha, atau pejabat untuk membantunya.
Dukungan apa pun akan sangat berarti bagi wanita tua yang hidupnya penuh perjuangan tersebut.
Semoga perhatian dari masyarakat dapat meringankan beban hidup Nyai Tamma dan menginspirasi pihak berwenang untuk lebih peduli pada kondisi seperti itu. ***












