Terungkap, Dana Program BSPS di Sumenep Tidak Sampai 50 % yang Diterima

- Redaktur

Jumat, 31 Januari 2025 - 01:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (Ilustrasi) Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2024 di Kabupaten Sumenep. @by_ News9.id

Foto: (Ilustrasi) Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2024 di Kabupaten Sumenep. @by_ News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan adanya pemotongan dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2024 di Kabupaten Sumenep mulai mencuat ke permukaan.

Sejumlah pihak disebut terlibat, termasuk kepala desa, pendamping program, hingga toko bangunan yang bekerja sama dalam penyaluran bantuan.

Bahkan, penerima bantuan pun masuk dalam daftar pihak yang akan dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan tersebut.

Informasi yang dihimpun oleh News9.id mengungkap bahwa beberapa pihak diduga melakukan praktik yang tidak sesuai dengan regulasi dalam pelaksanaan program tersebut.

Saat ini, aparat penegak hukum tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk mendalami kasus tersebut.

Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa dalam waktu dekat, sejumlah pihak yang diduga terlibat akan dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Dalam waktu dekat, mereka akan dipanggil untuk diperiksa lebih lanjut,” ungkap sumber tersebut kepada News9.id, Senin (27/1/2025).

Tidak hanya di satu wilayah, keluhan juga datang dari berbagai kecamatan, termasuk Kecamatan Ambunten, Lenteng dan wilayah kepulauan di Sumenep.

Baca Juga:  Sidak Kementerian di Kangean Ungkap Penyimpangan Program BSPS Sumenep

Para kepala desa mengaku terbebani dengan setoran yang dianggap terlalu besar.

Selain harus menyetor dana ke berbagai pihak, mereka juga terbebani oleh biaya Surat Pertanggungjawaban (SPJ) ke pendamping program, serta sejumlah biaya lain yang berkaitan dengan koordinasi di desa dan pekerja lapangan.

“Singkatnya, rata-rata penerima BSPS hanya menerima kurang dari 50% bantuan dalam bentuk bahan. Ongkos pekerja disebut sudah termasuk dalam paket borongan dengan bahan, tetapi jika dihitung totalnya, nilainya tidak sampai 50% dari yang seharusnya,” ungkap seorang sumber yang mengetahui sistem penyaluran bantuan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena program BSPS sejatinya bertujuan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki hunian yang lebih layak.

Baca Juga:  Sinergi Babinsa Tunjung dalam Monitoring Integrasi Layanan Primer di Posyandu Melati

Dugaan penyimpangan ini dinilai mencederai niat baik dari program tersebut dan merugikan banyak pihak yang benar-benar membutuhkan.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti kasus ini secara transparan dan memberikan keadilan bagi para penerima bantuan yang dirugikan.

Baca Juga:  Kepsek SDN Sabuntan 1 Diduga Potong Dana PIP dan Penyalahgunaan Dana BOS

Saat dikonfirmasi, Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Pidkor) Polres Sumenep, Gatot, memberikan tanggapan singkat melalui pesan singkat.

“Mohon maaf bapak, untuk konfirmasi bisa ke sihumas ya,” tulisnya, Kamis (30/1/2025).

Sementara itu, Plt. Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, belum memberikan tanggapan meskipun pesan konfirmasi yang dikirimkan telah terbaca.

Kasus ini terus bergulir, dan publik menanti langkah tegas dari aparat hukum untuk mengusut dugaan penyimpangan dalam program bantuan perumahan tersebut. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Oknum anggota kepolisian berpangkat Brigpol berinisial RS. @by_News9.id

PERISTIWA

Oknum Polisi Polsek Masalembu Diduga Sering Bolos

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:20 WIB

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama jajaran pemerintah daerah saat audiensi  dengan Kemenhub Republik Indonesia. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 24 Agu 2026 - 15:14 WIB

FOTO: H. Gufron, saat proses pembelian dengan pemeriksaan dan penilaian kualitas tembakau di gudang utama Haswal Group. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana

Senin, 24 Agu 2026 - 14:51 WIB