BeritaPeristiwa

Miris! Warga Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Rumah Kades, Bantuan Tak Pernah Menyentuh

578
×

Miris! Warga Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Rumah Kades, Bantuan Tak Pernah Menyentuh

Sebarkan artikel ini
Foto: Kondisi memprihatinkan salah satu warga di Desa Juluk yang hidup dalam gubuk tak layak huni. @by_News9.id
Foto: Kondisi memprihatinkan salah satu warga di Desa Juluk yang hidup dalam gubuk tak layak huni. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, menjadi sorotan publik.

Pasalnya, menyusul temuan kondisi memprihatinkan salah satu warganya yang hidup dalam gubuk tak layak huni.

Meski berbagai program bantuan perumahan dari pemerintah pusat telah digelontorkan selama bertahun-tahun.

Sadimin dan Hanna, meruapakan Pasutri warga Dusun Polay, Desa Juluk, yang hidup dalam kondisi penuh keterbatasan.

Rumah mereka hanya berdinding anyaman bambu (gedek) berukuran sekitar 5 meter persegi, tanpa atap yang layak, serta tanpa fasilitas sanitasi.

Untuk mandi, mereka hanya mengandalkan tumpukan batu bata sebagai alas.

Yang membuat miris, kondisi rumah mereka hanya berjarak sekitar satu kilometer dari kediaman Kepala Desa Juluk.

Sementara, akses infrastruktur jalan menuju lokasi cukup baik, beraspal dan lebar.

Hal itu justru semakin menonjolkan ketimpangan sosial yang terjadi di wilayah tersebut.

Lebih ironis lagi, selama belasan tahun pelaksanaan program bantuan seperti BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), Sadimin dan Hanna tidak pernah sekalipun menerima bantuan tersebut.

Publik pun mulai mempertanyakan transparansi dan akurasi distribusi bantuan oleh Pemerintah Desa Juluk.

Upaya konfirmasi dari tim media kepada Kepala Desa Juluk tidak membuahkan hasil.

Dua kali kunjungan yang dilakukan hanya berakhir dengan alasan-alasan yang berubah.

“Sobung Pak, Pak Kades keluar,” ujar seorang perempuan yang ditemui pada siang hari.

Saat kunjungan kedua di malam hari, istri Kepala Desa menyampaikan alasan berbeda, “Sobung Pak Kalebun entar Tahlil.”

Sebab itu, semakin memperkuat dugaan publik akan lemahnya kinerja pemerintahan desa dalam menyalurkan bantuan secara adil dan tepat sasaran.

Situasi tersebut memicu keprihatinan banyak pihak.

Masyarakat berharap agar Pemerintah Kabupaten Sumenep serta instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran bantuan sosial di Desa Juluk, demi memastikan bantuan benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan. ***

Tinggalkan Balasan

2