NASIONAL

Dukung Instruksi Presiden, Poktan Nurussalam Kirim Gabah ke Bulog Sumenep

529
×

Dukung Instruksi Presiden, Poktan Nurussalam Kirim Gabah ke Bulog Sumenep

Sebarkan artikel ini
Foto: Kelompok Tani (Poktan) Nurussalam, didampingi BPP Kecamatan Saronggi sebelum berangkat ke Bulog Sumenep, @by_News9.id
Foto: Kelompok Tani (Poktan) Nurussalam, didampingi BPP Kecamatan Saronggi sebelum berangkat ke Bulog Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kebijakan Presiden Republik Indonesia terkait instruksi penyerapan gabah oleh Bulog disambut antusias oleh para petani di Kabupaten Sumenep.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Nurussalam, Bambang S., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap langkah pemerintah yang dinilai sangat menguntungkan bagi petani.

“Dengan adanya Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyerapan gabah untuk memperkuat lumbung pangan, kami sangat berterima kasih. Terutama kepada Bulog Sumenep yang sudah mengindahkan kebijakan tersebut,” ujarnya kepada News9.id, Rabu (16/4/2024).

Bambang menjelaskan bahwa harga gabah kering panen yang dibeli Bulog sebesar Rp6.500 per kilogram sangat menguntungkan bagi petani.

“Kami tidak perlu lagi menjemur atau mengeringkan gabah. Cukup panen, langsung bisa dijual. Ini sangat mengefisiensi tenaga dan waktu,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep, khususnya BPP Kecamatan Saronggi yang telah aktif membimbing petani, serta kepada Babinsa yang turut mengawal proses pengiriman gabah ke Bulog.

“Kami sangat mengapresiasi program ini. Harapannya, langkah ini bisa menjadi magnet bagi petani lain di Kabupaten Sumenep untuk turut serta dalam mendukung program pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan Bambang, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Saronggi, Bahtiar Julianto, S.Pt, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional, khususnya beras.

“Petani di desa, termasuk Desa Talang, kami himbau agar menyisihkan sebagian gabahnya untuk dijual ke Bulog. Biasanya, mereka terbiasa menyimpan semua gabah pasca panen. Padahal, dengan harga Rp6.500 per kilogram, ini adalah peluang besar,” katanya, saat dikonfirmasi News9.id.

Bahtiar juga menyampaikan, kelompok tani Nurussalam telah berhasil mengumpulkan sekitar 8 ton gabah yang langsung dikirim ke PT Bulog menjadi langkah awal pengiriman gabah dari Kecamatan Saronggi.

“Harga yang ditetapkan Bulog sangat menarik, baik untuk Gabah Kering Panen (GKP) maupun Gabah Kering Giling (GKG), asalkan kadar airnya sesuai standar, yaitu sekitar 19–20 persen,” jelasnya.

Dengan harga gabah yang tinggi dan proses penjualan yang lebih praktis, petani kini memiliki akses lebih cepat untuk mendapatkan uang, dibandingkan menunggu penjualan beras yang sering kali turun harga saat panen raya.

“Menjual langsung ke Bulog justru lebih cepat dan menguntungkan,” pungkas Bahtiar. ***

Baca Juga:  Polres Sampang Intensifkan Langkah Preventif, Wujudkan Lingkungan Aman dan Bersih dari Praktik Perjudian