BeritaPeristiwa

Oknum Bidan Sumenep Digerebek Suami Selingkuh Lagi Sejak 2012, Begini Respons Dinkes P2KB

837
×

Oknum Bidan Sumenep Digerebek Suami Selingkuh Lagi Sejak 2012, Begini Respons Dinkes P2KB

Sebarkan artikel ini
Foto: Kadis Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, drg. Ellya Fardasah, dan ilustrasi perselingkuhan oknum bidan YS, @by_News9.id
Foto: Kadis Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, drg. Ellya Fardasah, dan ilustrasi perselingkuhan oknum bidan YS, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Warga Kabupaten Sumenep, Madura, dihebohkan dengan penggerebekan seorang bidan berinisial YS oleh suaminya sendiri, yang merupakan anggota Polres Sumenep.

YS diduga menjalin hubungan terlarang dengan seorang pemuda bujangan berinisial WS, warga Desa Aengbejekenek, Kecamatan Bluto.

YS diketahui merupakan petugas kesehatan di Puskesmas Bluto yang sebelumnya juga pernah dikaitkan dengan seorang oknum anggota TNI berinisial MR.

Kabar terbaru menyebutkan, hubungan gelap antara YS dan WS telah berlangsung cukup lama, bahkan diduga sejak tahun 2012.

WS dikenal masyarakat sekitar sebagai pemuda lajang yang aktif bermain bola voli dan kerap keluar masuk ke rumah kontrakan YS di Bluto.

Salah satu warga, sebut saja Muslim, menuturkan bahwa penggerebekan dilakukan pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.

Muslim dan tiga rekannya yang curiga dengan gerak-gerik WS memutuskan untuk mengintai rumah kontrakan tersebut.

“Saat itu WS masuk ke rumah YS dan menutup pintu secara perlahan. Kami langsung menghubungi suaminya yang sedang dinas di Polsek Saronggi,” ujar Muslim, Rabu (16/4).

Tidak lama setelah dihubungi, sang suami datang diam-diam dan berhasil memergoki WS berada di dalam rumah bersama YS. WS kemudian kabur meninggalkan lokasi.

“Warga memang sudah lama curiga karena WS sering terlihat keluar masuk rumah kontrakan YS,” tambah Muslim.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Puskesmas Bluto, dr. Rifmi Utami, menyatakan belum menerima laporan resmi maupun bukti valid terkait dugaan perselingkuhan tersebut.

“Kami menjunjung tinggi etika profesi dan akan menindaklanjuti jika memang ada bukti yang sahih,” ujar dr. Rifmi, Senin (22/4).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., mengatakan pihaknya masih akan melakukan klarifikasi ke Puskesmas terkait laporan tersebut.

“Kami masih menunggu laporan resmi dari pihak Puskesmas,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (2/5/2025). ***

Tinggalkan Balasan

>