Berita

Menggali Kemandirian Pangan, Majelis Maiyah Jhembhâraté Sampang Gelar Diskusi Publik Edisi ke-11

252
×

Menggali Kemandirian Pangan, Majelis Maiyah Jhembhâraté Sampang Gelar Diskusi Publik Edisi ke-11

Sebarkan artikel ini
Foto: Diskusi Publik bersama Majelis Maiyah Jhembhâraté Sampang di pendapa wakil Bupati setempat. @by_News9.id
Foto: Diskusi Publik bersama Majelis Maiyah Jhembhâraté Sampang di pendapa wakil Bupati setempat. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kemandirian pangan terus dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya ditunjukkan oleh Majelis Maiyah Jhembhâraté Sampang, yang kembali menggelar forum diskusi bertajuk “Ajhâr Ampaghân” edisi ke-11, Sabtu malam (3/5/25) di aula Pendapa Wakil Bupati Sampang, Madura, Jawa Timur.

Mengangkat tema “Tantangan Mewujudkan Pertanian dan Kemandirian Pangan”, forum ini menghadirkan diskusi mendalam yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari anggota DPRD, kalangan pesantren (Gus), seniman, jurnalis, mahasiswa, pemuda hingga para santri.

Kegiatan ini dipandu oleh seniman lokal sekaligus inisiator komunitas, Fauzi Balla.

Dalam prolog pembukaannya, Fauzi menjelaskan bahwa Majelis Maiyah Jhembhâraté Sampang lahir pada tahun 2020 sebagai ruang alternatif untuk berkumpul, berdiskusi, dan belajar bersama secara kritis namun santun, dengan semangat kearifan lokal Madura.

Tema yang diangkat dalam setiap pertemuan disesuaikan dengan isu aktual dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Pertanian dan ketahanan pangan saat ini menjadi persoalan serius. Jika tidak ditangani dengan bijak, bisa menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan bangsa. Kita bisa punya uang, tapi tidak bisa makan, karena akses terhadap pangan semakin sempit akibat kebijakan yang tidak pro-rakyat,” ujar Fauzi.

Diskusi ini menghadirkan dua narasumber utama, Irsan Surya Imana, Ketua Bidang Kedaulatan Pangan DPP MSP Bondowoso, serta Bung Zuhriyanto, petani milenial sekaligus pendiri Bhumipati dari Kecamatan Robatal.

Keduanya memaparkan tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini dan merumuskan strategi pemberdayaan berbasis lokal.

Forum pun menghangat saat para peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman lapangan, hingga menyampaikan solusi konkret dalam mendukung kedaulatan pangan yang berkelanjutan dan berpihak pada petani.

Beberapa gagasan yang muncul bahkan menyoroti peran legislatif dan regulasi yang dianggap belum berpihak sepenuhnya pada sektor pertanian rakyat.

Untuk menjaga keseimbangan suasana, penyair lokal Zubair dan Wakil Ketua DPRD Sampang, Moh Iqbal Fathoni (Bung Fafan), turut membacakan puisi reflektif yang menggugah kesadaran akan pentingnya peran budaya dalam menyuarakan problematika sosial.

Menjelang penutupan, kedua narasumber menyampaikan pernyataan penutup, diikuti tanggapan dari Bung Fafan sebagai representasi legislatif serta perwakilan dari peserta forum.

Acara ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan untuk terwujudnya kemandirian pangan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia. ***

Tinggalkan Balasan

2