Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
Guru Honorer Terlibat Perdagangan Rokok Ilegal di Sapeken - News 9
BeritaHukrim

Guru Honorer Terlibat Perdagangan Rokok Ilegal di Sapeken

499
×

Guru Honorer Terlibat Perdagangan Rokok Ilegal di Sapeken

Sebarkan artikel ini
Foto: (ilustrasi) Najemi diketahui berstatus sebagai guru honorer di SD Negeri Sapeken 5 yang terlibat perdagangan rokok ilegal di Sapeken. @by_News9.id
Foto: (ilustrasi) Najemi seorang guru honorer di SD Negeri Sapeken 5 yang terlibat perdagangan rokok ilegal di Sapeken. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Perdagangan rokok ilegal di Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, kian merajalela dan terkesan dibiarkan.

Skandal yang diduga berlangsung lama itu lolos dari pantauan aparat penegak hukum (APH) setempat, memicu keresahan warga.

Dalam praktik haram tersebut, sejumlah nama disebut terlibat, antara lain Najemi, Yanti, dan dua orang lainnya.

Mirisnya, Najemi diketahui berstatus sebagai guru honorer di SD Negeri Sapeken 5.

“Mereka adalah aktor utama dalam bisnis ini. Semuanya terorganisir,” ungkap seorang warga Sapeken, sebut saja Fajar, kepada News9.id, Jumat (16/5).

Fajar menyebutkan bahwa rokok ilegal berbagai merek seperti Fullham, Novem, Connext, Hummer, dan Dalil dikemas serta disimpan di lokasi tertentu di desa.

Setiap kapal sandar di Pelabuhan Sapeken, lanjut dia, proses pengangkutan langsung dilakukan menuju wilayah Sulawesi melalui jalur laut.

“Sudah jadi pemandangan biasa. Kapal datang, rokok langsung diangkut. Ini jelas merugikan negara dari sisi cukai,” bebernya.

Fajar bersama warga setempat mendesak pihak kepolisian dan Bea Cukai untuk segera bertindak tegas.

Mereka menilai pembiaran tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum.

“Kami butuh langkah nyata. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegas warga lainnya.

Sementara itu, pihak-pihak yang disebut terlibat hingga kini belum memberikan keterangan jelas.

Najemi dan rekan-rekannya tidak merespons konfirmasi meski pesan WhatsApp yang dikirim terlihat centang dua. ***

Tinggalkan Balasan