GAWAT Temukan Kejanggalan Proyek Rabat Beton di Sampang

- Redaktur

Selasa, 22 Juli 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ketua GAWAT Moh. Rifadi saat investigasi jalan rabat beton di kampung duko dusun kapasan desa baturasang. Selasa (22/7). @by_News9.id

FOTO: Ketua GAWAT Moh. Rifadi saat investigasi jalan rabat beton di kampung duko dusun kapasan desa baturasang. Selasa (22/7). @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Proyek pembangunan rabat beton yang dibiayai Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Dusun Kapasan, Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, menuai sorotan tajam.

Sejumlah wartawan dan aktivis yang tergabung dalam Gabungan Wartawan dan Aktivis Tambelangan (GAWAT) menemukan dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan di lapangan.

Ketua GAWAT, Moh Rifadi, menyebut proyek tersebut tak transparan sejak awal. Diketahui saat investigasi ke lokasi pada Selasa, (22/7), ia tidak menemukan papan informasi kegiatan yang seharusnya menjadi bentuk pertanggungjawaban publik.

“Ini bukan sekadar kelalaian administratif. Ketika informasi dasar saja disembunyikan, wajar jika publik mencurigai ada yang disembunyikan pula dari pelaksanaan fisiknya,” ujar Rifadi.

Kecurigaan GAWAT tidak berhenti di situ. Rifadi mengklaim bahwa proyek tersebut sudah mengalami keretakan meskipun belum berumur sepekan.

Baca Juga:  Diduga Mark-Up, Renovasi Gedung Dinkes Malang Rp754 Juta Tanpa Volume Jelas

Ia menduga kuat ada pengurangan spesifikasi, terutama pada ketebalan cor beton yang semestinya 15 sentimeter, namun di lapangan hanya berkisar 5 hingga 7 sentimeter.

“Kalau ini dibiarkan, sama saja membiarkan anggaran negara dibuang sia-sia. Masyarakat akan dirugikan, dan pembangunan jadi tidak berkelanjutan,” tegasnya.

Tak hanya dari segi volume, GAWAT juga menyoroti metode kerja yang digunakan. Menurut Rifadi, seharusnya dasar rabat beton diisi dengan sirtu dan pasir.

Baca Juga:  183 UMKM Ramaikan Festival Bazar Takjil Ramadan di Labang Mesem

Namun yang terlihat di lapangan justru batu-batu yang ditata tanpa pemadatan memadai (metode talford jalan), yang dianggap tidak sesuai standar teknis konstruksi.

Rifadi menyatakan pihaknya akan melaporkan temuan ini ke tingkat kecamatan sebagai pengawas teknis struktural.

Jika tak ada respons, ia akan mengadukan hal ini ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Inspektorat Kabupaten Sampang.

“Kami akan kawal ini sampai tuntas. Tidak boleh ada kompromi untuk pekerjaan asal jadi,” katanya.

Saat News9.id berusaha meminta klarifikasi dari Penjabat (Pj) Kepala Desa Baturasang, Sugianto, melalui pesan singkat WhatsApp, yang bersangkutan memilih tidak memberikan komentar.

Baca Juga:  PT Wira Usaha Sumekar Digeruduk Mahasiswa

Sikap bungkam ini dinilai Gawat sebagai indikasi upaya menutupi kejanggalan proyek.

Proyek yang bersumber dari Dana Desa seharusnya menjadi penopang utama pembangunan di wilayah pedesaan.

Namun ketertutupan informasi dan pelaksanaan yang tidak sesuai spesifikasi menambah daftar panjang kekhawatiran atas rendahnya kualitas pengawasan dalam penggunaan anggaran publik di tingkat desa.

Jika benar ditemukan pelanggaran, maka masalah ini bukan hanya soal retaknya jalan beton, melainkan retaknya integritas pengelolaan dana desa itu sendiri. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama jajaran pemerintah daerah saat audiensi  dengan Kemenhub Republik Indonesia. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 24 Agu 2026 - 15:14 WIB

FOTO: H. Gufron, saat proses pembelian dengan pemeriksaan dan penilaian kualitas tembakau di gudang utama Haswal Group. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana

Senin, 24 Agu 2026 - 14:51 WIB