LUMAJANG, NEWS9 – Di Desa Tempeh Tengah, kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, pelaku dugaan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) babak belur dihajar oleh massa yang sedang menggelar kegiatan baris unik dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 80, Minggu (17/08/2025).
Kepada awak media, kepala desa Tempeh Tengah, kecamatan Tempeh, Mansursah ketika dikonfirmasi membenarkan atas kejadian amuk masa pada pelaku dugaan Curanmor di dusun Sukorejo, desa Tempeh Tengah.
“Dalam kronologis kejadian dari awal pelaku telah dicurigai masyarakat setempat sebanyak empat orang, kemudian satu lari kearah Sukorejo dan Pasirian pada saat itu diteriaki maling,” ujar Mansur.
Pada awalnya Pelaku masuk area start “Baris Unik” di Tempeh, kemudian mencoba melakukan pencurian, dan pelaku dikepung oleh massa serta dipegang oleh perangkat desa (RW) serta diamankan oleh Babinsa dan Babinkamtibmas meskipun sebelumnya palaku telah menjadi korban amuk masa yang sulit untuk dikendalikan dan terlalu banyak.
Mansur juga mengatakan, bahwa para pelaku membawa senjata tajam dan akan melakukan aksinya kemudian diteriaki maling kemudian melarikan diri.
Atas kejadian tersebut Mansur meminta agar aparat Kepolisian Polres Lumajang menghukum sesuai hukum yang berlaku agar menjadi pembelajaran bersama sehingga kejadian yang sama tidak kembali terulang.
Pelaku diketahui oleh warga, yakni warga desa Tegal Randu, kecamatan Klakah, kabupaten Lumajang, pelaku telah dipegang dan menjadi amuk massa di dusun Sukorejo RT 42 RW 05, Desa Tempeh Tengah masih dalam keadaan hidup namun mengalami luka-luka akibat amuk massa yang sulit terkontrol.
Sementara itu Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, membenarkan atas kejadian tersebut, saat ini pelaku berada di Mapolres Lumajang dengan barang bukti yang telah diamankan oleh para petugas yakni alat mencuri kendaraan bermotor jenis Kunci T dan Senjata tajam jenis Clurit, serta kendaraan sepeda motor milik pelaku.
“Benar sekali kami telah mengamankan dugaan pelaku Curanmor di Tempeh Tengah Lumajang,” tutupnya. ***













>