Ratusan Mahasiswa Kepung Polres Sumenep, Tuntut Kapolri Mundur Usai Tragedi Driver Ojol

- Redaktur

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) saat menggelar aksi demonstrasi ke Markas Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, @by_News9.id

FOTO: Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) saat menggelar aksi demonstrasi ke Markas Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) kepung Markas Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Sabtu (30/8/2025).

Kedatanganya karena ketidakpercayaan terhadap institusi Polri semakin meluas pasca tragedi tewasnya Affan, seorang driver ojek online, pada 28 Agustus 2025 lalu, dan meminta Kapolri harus mundur.

AMS menilai tragedi berdarah tersebut sebagai bentuk nyata represi aparat negara terhadap masyarakat sipil yang tengah memperjuangkan hak dan keadilan.

“Harusnya di bulan kemerdekaan ini kita bernyanyi tentang kebebasan. Tapi yang terjadi, aparat justru menunjukkan cara menjajah dengan rapi dan sempurna. Rakyat sudah muak dengan drama negara dan parlemen,” teriak salah satu orator aksi.

Mereka menyebut kematian Affan yang diduga dilindas kendaraan taktis jenis Barakuda milik Polri bukanlah kecelakaan, melainkan tindakan represif yang terstruktur.

“Kami yakin anggota Polri yang bertugas tidak dalam kondisi mabuk atau di bawah pengaruh alkohol. Maka tidak ada alasan untuk mengatakan ini sekadar kelalaian. Ini adalah bentuk pembunuhan yang terencana,” tegas massa AMS.

Selain menuntut pengusutan tuntas atas kematian Affan secara adil dan transparan, AMS juga mendesak Kapolri sebagai pucuk pimpinan tertinggi untuk bertanggung jawab.

“Kami datang bukan untuk mencari belas kasihan. Maaf saja tidak cukup. Kapolri harus mundur!” tegas mereka dengan lantang.

Aksi tersebut menjadi bukti bahwa ketidakpuasan publik terhadap aparat penegak hukum kian meluas hingga ke berbagai daerah termasuk Sumenep.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Matangkan Raperda Pengelolaan Aset Daerah

Hingga berita ini dinaikkan, AMS menegaskan, jika tuntutan mereka diabaikan, gelombang aksi solidaritas akan terus berlanjut dengan skala lebih besar. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia
Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram
Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi
Dituduh Curi Emas, HP Dirampas: Siasat Culas Kanit Reskrim Polsek Masalembu
ASN DPUTR Sumenep Diduga Aniaya Warga, Korban Malah Dilaporkan Balik
Berawal dari Stalking Medsos, Perempuan Diduga Dianiaya Istri Mantan Kekasih hingga Dibawa Keliling
Kuasa Hukum Pekerja Menangkan Gugatan, Atas Pemecatan Sepihak Oleh PT Sukanda Djaya
Dua Laporan, Satu Terlapor: Penyidikan Polsek Masalembu Diduga Sarat Kejanggalan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Dituduh Curi Emas, HP Dirampas: Siasat Culas Kanit Reskrim Polsek Masalembu

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:14 WIB

ASN DPUTR Sumenep Diduga Aniaya Warga, Korban Malah Dilaporkan Balik

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB