BeritaHukrim

Ratusan Mahasiswa Kepung Polres Sumenep, Tuntut Kapolri Mundur Usai Tragedi Driver Ojol

435
×

Ratusan Mahasiswa Kepung Polres Sumenep, Tuntut Kapolri Mundur Usai Tragedi Driver Ojol

Sebarkan artikel ini
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) kepung Markas Kepolisian Resort (Polres) Sumenep.
FOTO: Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) saat menggelar aksi demonstrasi ke Markas Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) kepung Markas Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Sabtu (30/8/2025).

Kedatanganya karena ketidakpercayaan terhadap institusi Polri semakin meluas pasca tragedi tewasnya Affan, seorang driver ojek online, pada 28 Agustus 2025 lalu, dan meminta Kapolri harus mundur.

AMS menilai tragedi berdarah tersebut sebagai bentuk nyata represi aparat negara terhadap masyarakat sipil yang tengah memperjuangkan hak dan keadilan.

“Harusnya di bulan kemerdekaan ini kita bernyanyi tentang kebebasan. Tapi yang terjadi, aparat justru menunjukkan cara menjajah dengan rapi dan sempurna. Rakyat sudah muak dengan drama negara dan parlemen,” teriak salah satu orator aksi.

Mereka menyebut kematian Affan yang diduga dilindas kendaraan taktis jenis Barakuda milik Polri bukanlah kecelakaan, melainkan tindakan represif yang terstruktur.

“Kami yakin anggota Polri yang bertugas tidak dalam kondisi mabuk atau di bawah pengaruh alkohol. Maka tidak ada alasan untuk mengatakan ini sekadar kelalaian. Ini adalah bentuk pembunuhan yang terencana,” tegas massa AMS.

Selain menuntut pengusutan tuntas atas kematian Affan secara adil dan transparan, AMS juga mendesak Kapolri sebagai pucuk pimpinan tertinggi untuk bertanggung jawab.

“Kami datang bukan untuk mencari belas kasihan. Maaf saja tidak cukup. Kapolri harus mundur!” tegas mereka dengan lantang.

Aksi tersebut menjadi bukti bahwa ketidakpuasan publik terhadap aparat penegak hukum kian meluas hingga ke berbagai daerah termasuk Sumenep.

Hingga berita ini dinaikkan, AMS menegaskan, jika tuntutan mereka diabaikan, gelombang aksi solidaritas akan terus berlanjut dengan skala lebih besar. ***

Tinggalkan Balasan

>