Borok DKPP Sumenep Terbongkar, Mafia Pungli Bercokol di Balik Bantuan Petani

- Redaktur

Minggu, 14 September 2025 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Permainan kotor dalam distribusi bantuan dana hibah yang digelontorkan Pemkab melalui DKPP Sumenep, @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Permainan kotor dalam distribusi bantuan dana hibah yang digelontorkan Pemkab melalui DKPP Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Aroma busuk pungutan liar (pungli) di tubuh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep kian tercium.

Para aktivis pun bersatu angkat bicara, menuding instansi tersebut sebagai ladang subur praktik kotor yang merugikan petani.

Ketua LSM Super Kabupaten Sumenep, Achmad Zaini, menuding ada permainan kotor dalam distribusi bantuan dana hibah yang digelontorkan Pemkab Sumenep melalui DKPP.

Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpas) disebut-sebut menjadi sarang korupsi dengan modus pungli terhadap kelompok tani se-Kabupaten Sumenep.

“Seharusnya DKPP tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan bantuan itu benar-benar dirasakan petani. Faktanya, setelah Surat Pertanggungjawaban (SPJ) disetor, dianggap selesai. Pengawasan lemah, dan inilah celah besar yang dijadikan lahan pungli,” tegas Zaini.

Ia mengungkapkan, lemahnya pengawasan membuka ruang praktik nakal, barang bantuan hibah kerap dijual oleh penerima kepada kelompok lain atau bahkan individu.

“Itu sudah bukan rahasia lagi, semua orang tahu,” ungkapnya, Sabtu (14/9/2025).

Zaini mendesak Kepala DKPP Sumenep turun langsung ke lapangan untuk membongkar permainan bawahannya.

“Saya siap mendampingi Kepala DKPP jika mau melakukan monitoring riil ke kelompok. Jangan hanya duduk manis di balik meja, tapi biarkan fakta berbicara,” tantangnya.

Ia juga memperingatkan, jika masalah tersebut terus dibiarkan, dampaknya bisa merembet lebih jauh.

“Bukan hanya sebatas bisnis kotor antara Dinas DKPP dengan kelompok tani, tapi akan mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tukasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, SE., M.Si., masih bungkam dan enggan memberikan komentar.

Baca Juga:  Mesin Pelinting Diduga Produksi Rokok Ilegal Berlindung di PR Bima Dharma Sejahtera

Sementara itu, sejumlah aktivis berjanji akan terus mengawal dan membongkar praktik mafia yang bermain di balik layar DKPP Sumenep. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru